inter-nasional

PBB Desak Stop Perang Saudara di Suriah, Bantuan Gempa Bumi Terhambat di Wilayah Perbatasan

Senin, 13 Februari 2023 | 07:46 WIB
Warga dan alat berat mencari korban gempa bumi di Turki (Sumber: Tangkapan layar Al Jazeera )

PONTIANAKGLOBE -- PBB mendesak agar perang saudara di Suriah berhenti atau masing-masing pihak melakukan gencatan senjata supaya bantuan kepada korban gempa bumi dapat tersalurkan ke wilayah terdampak.

Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) PBB menilai demi kemanusiaan maka seharusnya tidak ada perang saudara di Suriah saat semua orang sedang mengalami musibah akibat gempa bumi hebat berkekuatan magnitudo 7,8 Skala Richter (SR).

"Gencatan senjata segera di Suriah dan penghormatan penuh terhadap HAM dan kewajiban hukum kemanusiaan sehingga bantuan dapat menjangkau semua orang," kata PBB melalui cuitannya di twitter dikutip Pontianak Globe, Senin (13 Februari 2023).

Gencatan senjata, lanjut PBB, harus berlaku karena selain korban gempa bumi belum mendapatkan bantuan logistik yang cukup, tim penyelamat harus segera masuk mencari korban yang berada di reruntuhan puing-puing bangunan.

Dilansir dari Chanel News Asia, saat ini ada lebih kurang ada 3.377 orang tewas di Suriah. Sementara, para korban luka berat dan ringan yang mestinya mendapatkan perawatan di rumah sakit justru kesulitan memperoleh bantuan medis.

Perang saudara telah menghancurkan rumah sakit, selain itu Suriah mengalami kelangkaan listrik, bahan bakar dan air. Daerah Suriah yang memiliki perbatasan dengan Turki bahkan tidak memperoleh bantuan sedikitpun karena pemerintah setempat Damaskus tidak memberikan izin ada bantuan.

Damaskus hanya mengizinkan bantuan-bantuan masuk ke daerah terdampak gempa yang tidak masuk wilayah kekuasaannya seperti di Provinsi Idlib. Namun demikian, pengiriman ke lokasi berhenti di perbatasan tidak melanjutkan perjalanan karena informasi yang belum jelas.

Pemerintah Turki sedang berupaya berkomunikasi agar dua rute masuk ke Suriah dibuka oleh pihak pemberontak.

Tags

Terkini