PONTIANAKGLOBE -- Para penyelamat pencari korban reruntuhan gempa bumi di Turki menemukan satu anggota keluarga terdiri dari 5 orang masih hidup padahal sudah lewat 5 hari.
Penyelamat menemukan mereka di Kota Nurdagi, Provinsi Gaziantep, wilayah paling parah mengalami gempa bumi berkuatan magnitudo 7,8 Skala Richter (SR).
Masing-masing petugas regu penyelamatan mengeluarkan ibu dan anak bernama Havva dan Fatmagul Aslan di antara puing-puing bangunan. Ibu dan anaknya itu berhasil keluar.
Dilansir dari Mirror, tidak jauh posisi dari situ ada seorang pria Hasan Aslan yang merupakan suami Havva. Dia bersama putrinya Zeynep dan Saltik Bugra.
Di lain lokasi, seorang remaja bertahan hidup di dalam puing reruntuhan gedung dengan minum air seninya. Dia mampu bertahan selama 94 jam hingga penyelamat menemukannya.
Pria bernama Adna Muhammed Korkut berusia 17 tahun itu berada di ruang bawah tanah di Gazientep. Penyelamatan dari para korban yang masih mampu bertahan setelah 4 hari lewat gempa bumi di Turki, sedikit memberikan harapan para korban lain hidup.
Salah satu koordinator PBB memprakirakan korban tewas di Gazientep bisa mencapai 2 kali lipat. Dilansir dari Al Jazeera sebanyak 24.178 korban tewas korban gempa bumi di Turki dan Suriah.
Para penyelamat semakin sulit mencari korban karena suhu dingin sedang melanda Turki dan Suriah. Warga yang berhasil selamat dan berada di lokasi pengungsian masih menunggu bantuan makanan dan logistik untuk bertahan hidup.