PONTIANAKGLOBE.COM -- Jepang merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi sejumlah turis asing.
Namun, negeri matahari terbit itu merupakan kawasan yang rawan akan bencana alam.
Karena kepulauan Jepang terletak di sepanjang Ring of Fire, daerah pertemuan beberapa lempeng tektonik, sehingga rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, dan letusan gunung berapi.
Selain itu, kondisi lautnya membuat negara ini rentan terhadap tsunami ketika gempa bumi terjadi di bawah atau di dekat laut.
Pada tahun 2011 silam, gempa berkekuatan 9,0 magnitudo itu menimbulkan tsunami yang menghancurkan kawasan pesisir timur laut negara itu.
Sekitar 19.000 orang tewas dan hilang akibat bencana tersebut, serta menyebabkan kebocoran pembangkit tenaga nuklir Fukushima Daiichi.
Britannica mencatat, Perdana Menteri Jepang kala itu, Kan Naoto, langsung mengumumkan keadaan darurat dan mengerahkan 100.000 pasukan untuk menangani wilayah terdampak.
Kemudian pada tahun 2008 Jepang diguncang gempa 6,6 Magnitudo dan menelan 18 orang korban jiwa.
Dari pengalaman itu Jepang memiliki pengalaman tersendiri untuk mengantisipasi bencana dan meminimalisir korban.
Yuk simak apa saja yang dilakukan Jepang dalam mitigasi bencana.
Yang pertama adalah rumah tahan gempa, Rumah penduduk yang baru dibangun dirancang supaya tahan gempa, dengan jaminan tidak akan runtuh dalam 100 tahun kedepan karena gempa, dan juga bagunan dipastikan tidak akan rusak dalam 10 tahun pembangunan.
Lalu ada kereta peluru, kereta ini dipasangkan sensor gempa, jika terjadi gempa maka kereta ini akan berhenti otomatis.
Kemudian siaran tv di Jepang saat terjadi bencana akan beralih tentang siaran benvana itu, hal itu untuk memastikan sleuruh masyarakat mendapatkan informasu penting terkait bencana
Ransel darurat, Masyarakat jepang diberikan pelatihan dan pengetahuan tentang bertahan hidup oleh pemerintah jepang, nantinya ransel tersebut akan berisi Makanan, obat-obatan dan pakaian.
Kemudian peran ibu rumah tangga, mereka dilatih agar sigap terhadap bencana, dengan mematikan gas, listrik dan cara membuka pintu yang sulit akibat bencana, serta cara mempersiapkan ransel darurat.