PONTIANAKGLOBE.COM, PAPUA -- heboh video unggahan di twitter menampakan seorang pria dalam keadaan babak belur dipaksa untuk mengatakan merdeka kepada presiden Jokowi.
Dilansir dari akun twitter @L3laki_5unyi dikonfirmasi bahwa para pelaku adalah kelompok OPM atau (Organisasi Papua Merdeka).
BACA JUGA: Ramai Jadi Perbincangan Publik, Ini Arti Mahar Pernikahan Kaesang dan Erina
Sejak awal, OPM juga menempuh upaya jalur diplomatik, melakukan upacara pengibaran bendera Bintang Kejora, dan aksi terorisme sebagai bagian dari konflik Papua.
Pendukung secara rutin menampilkan bendera Bintang Kejora dan simbol lain dari separatis Papua.
Seperti lagu kebangsaan "Hai Tanahku Papua" dan lambang negara, yang telah diadopsi pada periode 1961.
BACA JUGA: Rest in Peace! Remy Sylado, Sastrawan Besar Indonesia Meninggal Dunia
Sampai pemerintahan Indonesia dimulai pada Mei 1963 di bawah Perjanjian New York.
Gerakan militan ini dianggap sebagai organisasi separatis di Indonesia, dan aktivitasnya telah menimbulkan tuduhan makar.
Dikutip dari akun twitter @L3laki_5unyi, akun tersebut memposting video tersebut beserta melakukan tag kepada @jokowi panglima TNI @puspen_TNI dan kapolri @ListyoSigitP, dengan narai "lihatlah anak bangsamu menjadi korban OPM" ujar akun tersebut.
Dalam video yang berdurasi 2 menit tersebut terlihat peria yang babak belur itu dipaksa untuk meneriakan "merdeka" yang ditujukan untuk presiden Jokowi.
Disinyalir pria tersebut dipaksa untuk mengatakan Papua Merdeka, dengan tertatih dan ketakutan, dalam posisi mengangkat tanggan, pria tersebut menuruti perkataan OPM yang berteriak kearahnya.
Terlihat dalam video tersebut, ia dikelilingi sekelompok orang yang sedang membawa senjata api.
Sampai saat ini video tersebut sudah di tonton 15 ribu kali dan 549 retweet.