inter-nasional

Pemerintah Swiss Bantu Paket Laboratorium Solar Fotovoltaik Untuk Kementerian ESDM

Jumat, 2 Desember 2022 | 19:22 WIB
Alat Solar Fotovoltaik dari Swiss Untuk Kementerian ESDM (Foto: Kementerian ESDM)

PONTIANAKGLOBE -- Pemerintah Swiss memberi paket hibah peralatan Laboratorium Solar Fotovoltaik kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM sebagai alat pelatihan bidang solar PV portable.

Paket peralatan laboratorium terdiri dari peralatan solar PV portabel, peralatan panel surya rooftop ground mount dan pole mount, beserta prasarana pendukung lainnya.

Hibah itu merupakan proyek kerja sama Renewable Energy Skills Development (RESD) yang didanai oleh State Secretariat for Economic Affairs SECO.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Susetyo Edi Prabowo mengatakan peralatan itu untuk penyelenggaraan Program Pelatihan Teknisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang akan dimulai pada tahun 2023 PPSDM KEBTKE guna menyiapkan tenaga kerja di bidang solar PV di Indonesia.

"Kami berkomitmen untuk mendukung program Pemerintah Indonesia menuju energi yang bersih dan berkelanjutan, terutama dari aspek ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dengan kemampuan teknis sesuai kebutuhan industri," ujar Susetyo dari siaran pers Kementerian ESDM dikutip Pontianak Globe, Jumat (2 Desember 2022).

Hal itu disampaikannya disela penandatangan dengan Martin Stottele selaku Pimpinan Proyek RESD, baru-baru ini.

RESD adalah kerja sama pembangunan antara Pemerintah Indonesia melalui BPSDM ESDM)dan Pemerintah Swiss melalui SECO yang bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten di bidang perencanaan, desain, pembangunan dan pemasangan.

Selain itu, inspeksi dan commissioning, supervisi, pengoperasian dan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pembangkit listrik hybrid surya diesel, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) meliputi penciptaan program D4 spesialisasi energi terbarukan satu tahun (semester 7 dan 8) di 5 politeknik percontohan di Indonesia.

Selanjutnya, peluncuran program diklat energi terbarukan di 5 lembaga pelatihan kerja dan terakhir penguatan pertukaran informasi dan komunikasi di sektor energi terbarukan.

Proyek RESD berlangsung selama 5 tahun, sejak tahun 2020 hingga 2025 dan melibatkan Kementerian ESDM, Kementerian ESDM Republik Indonesia sebagai pemangku proyek dan juga kementerian/lembaga strategis lainnya termasuk Ditjen Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Nasional Sertifikasi Profesi, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Tags

Terkini