PONTIANAKGLOBE.COM -- BNPB masih terus melakukan pencarian korban Gempa bumi yang terjadi di Cianjur pada Senin lalu.
Berdasarkan informasi terbaru yang disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengonfirmasi korban meninggal hingga saat ini berjumlah 268 orang.
"Terkait korban dalam bencana alam di Kabupaten Cianjur, korban jiwa meninggal dunia sekarang ada 268," ujar Suharyanto di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa dikutip dari situs resmi BNPB.
Suharyanto memaparkan dari 268 orang korban meninggal dunia, 122 jenazah telah berhasil diidentifikasi.
BACA JUGA: Korban Meninggal Gempa Bumi Cianjur Bertambah 268 Warga, BNPB Siapkan Rumah Sakit Darurat
BACA JUGA: Universitas Tanjungpura Pontianak Punya Eco Edu Forest, Begini Penjelasannya
Saat ini diketahui masih ada sekitar 151 orang yang dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian pihak BNPB meski tidak menutup kemungkinan korban yang di nyatakan hilang ada didaftar korban yang belum terindentifikasi.
Berdasarkan informasi dari BNPB Selasa sore korban luka-luka berjumlah 1.083 orang, dengan jumlah masyarakat yang mengungsi 58.362 orang.
Untuk kerugian material seperti kerusakan pada rumah masyarakat yang masuk kategori berat sebanyak 6.570 unit, rusak sedang sebanyak 2.071 unit dan untuk rusak ringan saat ini sebanyak 12.641 untuk. Meski demikian saat ini BNPB masih terus melakukan pendataan terhadap jumlah tempat tinggal yang mengalami kerusakan.
Adapun perbedaan data yang berkembang saat ini Suharyanto menyatakan bahwa data resmi bisa diperoleh dari posko yang telah didirikan dan akan diperbarui setiap sore di berlokasi di kantor Bupati Cianjur.
BACA JUGA: Tak Hanya Bikin Masakan Harum, Ternyata Ada 5 Manfaat Daun Seledri bagi Kesehatan Tubuh
Diketahui Presiden Joko Widodo telah meninjau lokasi bencana pada siang hari ini, didalam peninjauan Presiden menyatakan rumah yang mengalami rusak parah akan mendapat bantuan 50 juta rupiah, untuk kerusakan sedang 25 juta rupiah dan rusak ringan sebesar 10 juta rupiah.