PONTIANAKGLOBE -- Pemerintah memastikan akan membangun rumah-rumah rusak akibat gempa bumi sebesar 5,6 SR di Kabupaten Cianjur (Jawa Barat) yang berlangsung pada Senin (21 November 2022) siang kemarin.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan hingga saat ini ada sebanyak 3.075 rumah rusak ringan, sebanyak 33 unit rumah rusak sedang dan 59 unit rumah rusak berat.
Pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap tidak hanya rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi tetapi juga bangunan lain, infrastruktur jalan, dan bangunan publik lainnya seperti sarana pendidikan, masjid, madrasah dan lainnya.
"Begitu tanggap darurat selesai masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, setelah itu baru membangun rumah-rumah masyarakat yang rusak berat," kata Suharyanto dari siaran pers dikutip Pontianak Globe, Selasa (22 November 2022).
Bangunan lainnya, lanjut Suharyanto, akan dibangun oleh kementerian terkait. Oleh karena itu, menurutnya, BNPB untuk mempercepat penanganan bencana Selasa ini menempatkan satu buah helikopter dan dana siap pakai sebesar Rp1,5 miliar dan bantuan logistik senilai Rp500 juta.
BNPB juga menyiapkan satu heli untuk mendistribusikan logistik ke desa yang terisolir. Suharyanto juga menyampaikan ada call center 117 supaya dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan informasi penanganan gempa.
Hingga berita ini diturunkan, kabar dari BNPB jumlah korban meninggal dunia sudah mencapai 103 jiwa. Mereka meninggal tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk saat gempa berlangsung.
Sementara itu, sebanyak 7.060 jiwa warga mengungsi di Kabupaten Sukabumi dan 4 jiwa warga mengungsi di Kabupaten Bogor.