inter-nasional

Satu Keluarga yang Meninggal di Kalideres Diduga Akibat Menganut Sekte Tertentu, Benarkah?

Selasa, 15 November 2022 | 14:49 WIB
Kasus empat mayat yang ditemukan dalam kondisi mengering di rumah yang berada di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres Jakarta Barat, hingga kini masih menjadi misteri, bahkan menimbulkan berbagai macam dugaan, termasuk soal sekte.

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kasus tewasnya satu keluarga dalam sebuah rumah di daerah Kalideres, Jakarta Barat memunculkan banyak spekulasi.

Empat mayat yang merupakan satu keluarga yang ditemukan tewas di dalam rumah mereka di Perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis 10 November 2022.

Jasad suami diketahui bernama Rudyanto Gunawan (71), sedangkan sang istri bernama K. Margaretha Gunawan (68).

Anak perempuan dari keduanya yang juga ditemukan tewas bernama Dian (40) dan ipar Rudyanto, Budyanto Gunawan (69).

berkembang isu kematian keluarga itu diduga karena mereka menganut paham tertentu, yakni apokaliptik.

Sebelumnya, Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Adrianus Eliasta Meliala mengemukakan dugaan keluarga tewas di Kalideres itu menganut paham apokaliptik.

Baca Juga: Polri akan Segera Tetapkan Tersangka Kasus Gagal Ginjal. Apakah Ada Pejabat BUMN

Adrianus mengatakan paham tersebut pernah menyebabkan kematian massal di Guyana, Amerika Selatan pada 1978.

"Jadi mungkin mirip dengan kelompok yang mati massal di Guyana atau yang melakukan sesajian massal di pinggir laut dan malah disapu ombak semua.

Karena kematian adalah tujuan akhir, maka mereka tidak takut," jelas Adrianus.

Tak hanya itu, Ia juga menduga keempat anggota keluarga itu memilih jalan yang tergolong ekstrem untuk kemudian mengakhiri hidup.

BACA JUGA: Bom Meledak di Istanbul, Turki. Kemenlu Pastikan Tak Ada Korban Warga Indonesia

Polisi memastikan tak ada buku terkait sekte tertentu milik keluarga yang ditemukan tewas di dalam rumah di Kalideres, Jakarta Barat.
Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Avrilendi mengatakan semua buku yang ditemukan polisi tidak ada yang berkaitan dengan sekte tertentu.

"Buku-buku ada, tapi enggak ada sekte-sekte. Masih dipelajari, bukan sekte kok, buku biasa," kata Avrilendi

Avrilendi mengaku ada sejumlah barang bukti yang disita dari dalam rumah. Namun, ia belum merinci apa saja yang disita oleh kepolisian.***

Tags

Terkini