inter-nasional

Perempuan yang Todongkan Pistol ke Polisi Ternyata Dapat Wangsit Masuk Surga, dan Ingin Temui Jokowi

Kamis, 27 Oktober 2022 | 18:16 WIB
Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti yang disita dari wanita berinisial SE bawa pistol di depan Istana Negara. (Foto: PMJ News/Fajar)

 

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Polisi akhirnya merilis tujuan perempuan yang todongkan pistol ke Paspampres pada Selasa, 25 Oktober 2022 lalu.

Menurut rilis Polda Metro Jaya tujuan wanita membawa pistol dan menodong Paspampres di depan Istana Negara tersebut, perempuan berinisial SE (24) bermaksud menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA: Ternyata ini Alasan Matthew Perry Nyatakan Benci Keanu Reeves di Memoirnya

BACA JUGA: Black Adam dan Smile Masuk Dalam Film Terpopuler Versi IMDb 2022, Berikut Daftar Lengkapnya

"Dia datang ke Istana, sebenarnya hasil pemeriksaan kita tujuannya adalah ingin bertemu Pak Jokowi," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan, Rabu 26 Oktober 2022.

Hengki menjelaskan, kepada penyidik SE mengaku bermaksud menyampaikan sejumlah hal terkait dasar negara kepada Presiden Jokowi.

"(Dia) ingin menyampaikan bahwa Indonesia ini salah, karena dasarnya bukan Islam, tapi ideologinya Pancasila," tutur Kombes Pol Hengki Haryadi.

BACA JAGA: Buatista dan Toprak Bersaing Ketat Rebutkan Juara Dunia di WSBK Mandalika 2022 di 11-13 November Mendatang

BACA JUGA: Meski Finis di Posisi 14, Pecco Tetap Juara Dunia. Quartararo: Saya Akan Persiapkan Diri Seperti Orang Gila

Sementara Kabag Banops Densus 88 Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan pelaku SE nekat mendatangi Istana Negara dengan membawa pistol lantaran mendapat mimpi masuk surga.

"Saat ini semua keterangan yang bersangkutan itu seperti mendapat mimpi atau wangsit. Jadi yang bersangkutan mimpi masuk surga dan neraka sampai ada kesimpulan dia harus menegakkan ajaran yang benar," jelas Aswin.

Kendati begitu, lanjut Aswin, polisi masih terus mendalami motif pelaku SE. Rencananya, polisi akan melibatkan psikolog untuk memeriksa kondisi psikologisnya.

"Kita dalami motif. Kita sarankan bertemu psikolog untuk mendalami kejiwaan terhadap yang bersangkutan," tukas Aswin. ****

Tags

Terkini