inter-nasional

Rishi Sunak Menjabat Perdana Menteri Inggris Setelah Mordaunt Mundur dari Pencalonan

Senin, 24 Oktober 2022 | 22:51 WIB
Rishi Sunak segera dilantik sebagai PM Inggris yang baru, dia merupakan keturunan India, negeri yang pernah di jajah lama Inggris yang sukses jadi Orang Nomor 1 di negara monarkhi ini (dok, tangkapan layar/AP)

PONTIANAKGLOBE.COM, LONDON -- Rishi Sunak telah menjadi pemimpin Konservatif baru dan akan menjadi perdana menteri Inggris.

Hal tersebut terjadi setelah Penny Mordaunt mengikuti Boris Johnson mundur dari pencalonan, beberapa menit sebelum partai dijadwalkan mengumumkan berapa banyak anggota parlemen yang telah mendukung setiap kandidat.

Dikutip dari The Guardian Dua menit sebelum proses pencalonan ditutup pada pukul 2 siang waktu Inggris, Mordaunt mentweet bahwa dia telah mengundurkan diri, dan bahwa Sunak mendapat “dukungan penuh”.

Lima menit kemudian, Sir Graham Brady, Ketua Komite 1922 Backbench Konservatif, secara resmi mengumumkan hasilnya:

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa kami memiliki satu nominasi yang sah, dan Rishi Sunak terpilih sebagai pemimpin partai Konservatif.”

Dia secara resmi akan mengambil alih sebagai perdana menteri dari Liz Truss.

Serah terima jabatan kemungkinan besar pada hari Selasa waktu setempat.

Peantikan kemungkinan dilaksanakan setelah Rishi Sunak bertemu raja di istana Buckingham.

Sunak, mantan Kanselir yang menempati urutan kedua dalam kontes kepemimpinan melawan Truss di musim panas. Ia mendapatkan dukungan lebih dari setengah partai parlemen pada Senin pagi.

Rishi Sunak orang tuanya adalah keturunan India Punjabi

Rishi Sunak akan menjadi orang kulit berwarna pertama yang menjadi perdana menteri Inggris.

Rishi Sunak bukan Perdana Menteri etnis minoritas pertama.

Sebelumnya ada Benjamin Disraeli, yang menjabat dua kali antara tahun 1868 dan 1880, yang merupakan keturunan Yahudi.

Rishi Sunak menjabat pada usia 42 tahun dan menjadi perdana menteri termuda selama lebih dari 200 tahun.

Kemenangan Rishi Sunak dalam apa yang sebenarnya merupakan penobatan, dengan tidak ada satu pun suara resmi yang diberikan, bahkan oleh anggota parlemen.

Hal ini telah menghidupkan kembali seruan untuk pemilihan umum, mengingat Rishi Sunak adalah PM Konservatif ketiga sejak Boris Johnson menang pada 2019.

Halaman:

Tags

Terkini