Polisi melihat satu unit mobil sedan putih ngebut meninggalkan lokasi.
Pengejaran dilakukan dibantu helikopter polisi, kedua pelaku tertangkap di jalan bebas hambatan 151 dan Acme Road.
Dua remaja berusia 14 dan 15 tahun pun ditangkap. ‘’Kini pelaku kriminal mudah mendapatkan senjata,’’ tutur Salazar tanpa menjelaskan nama kedua tersangka pelaku.
Kedua remaja yang ditahan di Bexar County Juvenile Detention Center, dikenai dua tuduhan, yakni pembunuhan dan penyerangan berat dengan ancaman hukuman mati atau hukuman seumur hidup.
Dugaan kuat menyebutkan, kedua remaja itu salah sasaran, sehingga menghujani rumah Novita Brazil dan tetangganya di kawasan Far Westside, Bexar County, dengan serentetan tembakan.
Belum diketahui, siapa sebenarnya yang menjadi sasaran mereka. Seratus selosong peluru ditemukan di dekat kediaman korban. Sementara dua senjata otomatis yang diduga hasil curian dari salah satu mobil tengah diteliti.
Hingga Jumat 7 Oktober 2022, upaya pengumpulan dana lewat ‘’gofundme.com’’ oleh Kayley Hutchinson dan Robin Brazil-Smith bagi Novita Brazil sejak Selasa pekan lalu, mengumpulkan dana $ 3.650 dari target senilai $ 15.000.
Sementara itu, lewat akun Facebooknya, kelompok ‘Donasi Kita’ menuliskan bahwa saat ini pihak keluarga tengah mengupayakan agar jenasah Novita Brazil atau lengkapnya bernama Novita Kurnia Putri, dapat pulang ke Semarang, Jawa Tengah.
Mengutip Ayo Semarang dari berita berjudul: WNI Asal Semarang Jadi Korban Salah Tembak di Amerika, Jenazah Bisa Dipulangkan ke Indonesia? Disebutkan, Koordinator Fungsi Pensosbud KJRI Houston Mohamad Kamal dalam keterangannya menjelaskan, WNI asal Semarang Novita Kurnia Putri jadi korban penembakan, Rabu 4 Oktober 2022.
"Peristiwa tersebut terjadi pada 4 Oktober 2022 di San Antonio, Texas, kurang lebih 3 jam dari tempat saya berada di Houston, dan yang menjadi korban WNI atas nama Novita Kurnia Putri (NKP). Pihak KJRI Houston setelah mendapatkan laporan tersebut langsung menuju ke TKP dan telah bertemu dengan suami korban WN Amerika," kata Kamal, Minggu 9 Oktober 2022.
Sementara dari ketua Perkawinan Campuran, Perca Indonesia cabang Semarang Iva Nielsen membenarkan kejadian tersebut.
Iva mengaku tidak bisa banyak menjelaskan banyak tentang Novita karena dia bukan anggota dari Perca Indonesia.
"Namun karena dia melakukan perkawinan campuran jadi kami masih memperhatikan," ungkap Iva, saat dihubungi via telepon, Senin 10 Oktober 2022.