Keberhasilan membawanya terbang New York. Sayangnya, Niluh Djelantik jatuh sakit yang membuatnya tak dapat bepergian selama enam bulan.
Akhirnya Niluh Djelantik pun memutuskan pulang ke Bali. Meski berada di Indonesia, Niluh Djelantik mencoba peruntungan dengan menjalin kerja sama bersama Cedric Cador, pria yang kemudian menjadi suaminya.
Cedric kerap menjual barang-barang Indonesia di Eropa. Dari kerja sama ini, lahirlah label Nilou.
Di mana proses pengerjaan sepatu di bawah label ini benar-benar mendapatkan pengawasan ketat dari Niluh Djelantik.
Untuk menjaga kualitas sekaligus memastikan agar sepatu yang dihasilkan nyaman untuk dipakai, semua proses pengerjaan dilakukan secara konvensional menggunakan tangan.
Koleksi pertama Nilou akhirnya dikenal di Perancis dan belahan dunia lainnya. Pesanan pun datang hingga 4.000 pasang.
Dimana sejumlah pesohor Hollywodd papan atas seperti Uma Thurman, supermodel Gisele Bundchen, Tara Reid, juga Robyn Gibson merupakan penggemar fanatik sepatu Nilou.
Pada pertengahan 2007, Niluh Djelantik mendapatkan tawaran dari agen Australia dan Prancis melebarkan sayap dengan produksi sepatu di bawah labelnya secara massal.
Rencananya, produksi tersebut akan dilakukan di China, Djelantik menolak tawaran tersebut.
Keputusan ini justru menjadi bumerang, karena tanpa sepengetahuannya, para penawar tersebut telah mematenkan Nilou dan tetap memproduks.
Imbas dari hilangnya kesempatan itu, Niluh Djelantik melahirkan karya baru dengan Niluh Djelantik yang dipatenkan pada tahun 2008. (Dismas Aju/Dio-TV.COM) ****