inter-nasional

Bupati dan Wabup Malaka Dikabarkan Pecah Kongsi, Diduga Ada Permainan Skuad Lama

Jumat, 14 Oktober 2022 | 00:35 WIB
Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Provinsi NTT (Dok.Humas Pemda)

Kalau orang Malaka itu kalau marah model apapun kalau orang datang ke rumah bicara dan menghormati tidak mungkin diabaikan.

Apakah perbedaan politik itu masih terus terbawa?

Saya menghargai perbedaan. Perbedaan itu indah. Ibarat bunga di dada kalau putih saja maka bosan, tapi kalau ada merah dan putih itu indah. Kita tetap menghargai perbedaan, apalagi soal sikap politik.

Berbicara konteks politik, jangankan dengan lawan, saudara kandung pun kita bisa berlawanan, punya beda pilihan. Itu soal pilihan politik. Tapi juga harus siap-siap jadi korban politik. Kalau istilah kami di Malaka itu ada sopi ada kopi. Sopir itu soal pilihan politik, dan kopi itu soal korban politik.

Ada kekhawatiran terjadi pecah kongsi?

Kita tetap solid. Komunikasi dibuka dan musyawarah mufakat. Tentu kita tidak mau bersaing, apalagi waktunya singkat. Mau dibilang tidak ada yang pasti juga dalam politik, yang pasti itu perubahan.

Tanggapan pak Wakil Bupati?

Yang kita pikir sekarang bagaimana kerja buat rakyat dan untuk ke depan, saya bersama bapak bupati menginginkan kerjanya lebih panjang.

Karena perjuangan saya dan bapak Simon ini berjuang bersama rakyat. Untuk berpikir pecah kongsi itu tidak ada.

Kami mau memberi pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya berteori tapi harus masuk dalam sistem dan membuat perubahan.

Seperti pertandingan maka saya harus masuk lapangan hijau untuk bermain. Bagi saya apapun dan dimanapun sepanjang kepentingan individu tidak ditonjolkan kita akan lebih bekerja untuk kepentingan umum.***



 

 

 

Halaman:

Tags

Terkini