inter-nasional

Deni Iskandar, Anak Tukang Kopi di Tanah Abang Itu Akhirnya Bertemu Paus Fransiskus

Senin, 21 Agustus 2023 | 11:04 WIB
Deni Iskandar mencium tangan Paus Fransiskus, dalam audiensi umum di Basilica Santo Petrus, Vatikan, Rabu 28 Juni 2023. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Deni Iskandar pemuda asal Pandeglang, Banten tanpa banyak liputan telah bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan, Rabu, 28 jUNI 2023 silam.

Ia adalah anak penjual kopi di Pasar Kambing, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ibunya seorang single parent.

Deni Iskandar salah satu murid dari Abuya KH Ahmad Muhtadi bin Dimyathi al-Bantani, tokoh spiritual muslim yang sangat disegani di Provinsi Banten.

Kesempatan bertemu Paus dimungkinkan karena Deni Iskandar adalah penerima beasiswa dari Yayasan Nostra Aetate, Vatikan untuk Studi Hubungan AntarAgama. Dan akhir Juni lalu beasiswa itu sudah tergenapi. Sesuatu yang sangat luar biasa.

Babkan, kesederhanaan dan kepolosan hatinya membawanya mendapat tawaran beasiswa dari Universitas Kepausan St THomas Aquinas, Angelicum yang berlokasi di Roma. Sangat luar biasa!

Perbincangan Deni Iskandar dengan Pater Markus Solo Kewuta SVD mengungkapkan bagaimana ia menerima beasiswa kuliah satu semester di Kota Roma bisa disimak di YouTube.

Tidak mudah mendapatkan beasiswa untuk studi di Perguruan Tinggi milik Kepausan di Roma.

Bagi seseorang seperti Deni Iskandar, itu hanya mimpi apalagi di Universitas Kepausan seperti di Angelicum.

Sepertinya mudah tinggal melangkah dan bersekolah..... tapi ternyata tidak mudah....karena banyak kendala terutama kebutuhan hidup serta tempat tinggal di Italia.

Namun saat berjumpa dengannya, Paus Fransiskus berkata kepada Deni, Bene, Futuro d Indoneziana.... - Nah.. Masa Depan Indonesia!.

Ia tidak memiliki apa-apa termasuk uang saku, Bahkan untuk mendapatkan fotonya bersama Paus Fransiskus di studio Vatikan, seorang suster dari Kongregasi Passionis yakni Sr Fransiska CP - seorang sahabat dan sekaligus "ibu angkat" yang menebus foto itu.

Foto itu baru terkirim dua bulan setelah perjumpaannya dengan Paus Fransiskus.

Maklum sebagian uang saku yang diterimanya dari Yayasan Nostra Aetate, sebagian  dikirimkan kepada Ibunya.

Ketika akhir Januari 2023 berangkat ke Roma, beberapa orang ikut urunan untuk membantunya bisa berangkat.

Halaman:

Tags

Terkini