inter-nasional

Komisaris BSI Arief Rosyid Hasan Sebut Teladani Spirit Nahdlatut Tujjar untuk Kemandirian Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Juni 2023 | 07:53 WIB
PMII memperingati Harlah PMII yang ke-63 pada Senin, 26 Juni 2023 di Jakarta dengan mengelar seminar. (Pontianak Globe/PMII)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Memperingati Harlah PMII yang ke-63 pada Senin, 26 Juni 2023 di Jakarta.

Merevitalisasi pilar-pilar Nahdlatut Tujjar yang saat ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dan rakyat Indonesia.

UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Nahdlatut Tujjar Fest dan Diskusi Publik pada Jumat, 23 Juni 2023.

Kegiatan ini dihadiri Pimpinan Baznas Saidah Sakwan, MA, Komisaris Independen BSI Arief Rosyid Hasan, Ketua Umum DPP KNPI M Ryano Panjaitan, Ketua UMKM Mahasiswa Jawa Tengah Ahmad Safruddin dan Kader PMII se-Indonesia yang hadir di UIN Raden Mas Said Surakarta.

Nahdlatut Tujjar Fest merupakan wujud nyata gerakan ekonomi yang akan dikembangkan kembali oleh PB PMII demi menyongsong masa depan Indonesia ke depan.

Arief Rosyid Hasan menilai bahwa spirit Nahdlatut Tujjar yang sejak dulu digaungkan oleh para muassis Nahdlatul Ulama perlu diteladani serta diteruskan perjuangannya di era 5.0 saat ini. Hal ini tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Dikatakan Arief Rosyid Hasan, aktivis PMII yang menjadi garda terdepan kemajuan bagi NU harus dapat menggerakkan semangat Nahdlatut Tujjar.

Sebab, ke depan tantangan dalam membangun ekonomi global akan semakin banyak tantangan dan rintangan.

Komisaris Independen BSI Arief Rosyid Hasan menambahkan, energi aktivisme harus bertransformasi untuk kemajuan ekonomi Indonesia.

“Harus ada diversifikasi, salah satunya lewat entrepreneurship. Kita perlu merekontekstualisasi spirit Nahdlatut Tujjar agar tetap relevan dengan kebutuhan masa sekarang sambil terus bergerak menyambut kemajuan di masa depan,” ujar Arief Rosyid Hasan.

Arief Rosyid Hasan menambahkan, “Tentu kita ketahui bersama bahwa peran kader ataupun akvitis PMII yang dekat dengan masyarakat sangat dibutuhkan sebagai katalisator kemajuan itu sendiri.”

Lebih jauh ia mengatakan, peran pemuda sangat strategis dan penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menurut Arief Rosyid Hasan, konsep Nahdlatut Tujjar ini sesuai dengan yang diamanatkan oleh Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Tsaquf yang menekankan pentingnya wirausaha memperhatikan aspek lingkungan.

“Mengutip perkataan yang disampaikan oleh Gus Yahya, kader NU dan warga NU perlu membangun ekonomi yang ditekankan pada pentingnya wirausaha yang berkelanjutan dan memperhatikan aspek lingkungan,” tambah pemuda yang juga merupakan Tim Nasional Pelayanan Kepemudaan ini.

Selain itu, Arief Rosyid juga menyampaikan bahwa komitmen BSI untuk mendorong kemandirian ekonomi umat melahirkan berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh kader PMII seluruh provinsi dan cabang-cabang tempat PMII aktif bergerak.

Halaman:

Tags

Terkini