PONTIANAKGLOBE, KYIV, UKRAINE -- Serangan rudal Rusia sebelum fajar di ibu kota Ukraina menewaskan tiga orang.
Di antara korban termasuk seorang anak berusia 9 tahun dan ibunya. Seperti dikutif dari www.nbcnews.com pada Kamis, 1 Juni 2023, waktu setempat.
Bom itu sekaligus menimbulkan korban jiwa tertinggi dari satu serangan di Kyiv selama sebulan terakhir.
Serangan Rusia terbaru, yang menggunakan apa yang dikatakan para pejabat Ukraina sebagai rudal jarak pendek Iskander yang diluncurkan dari darat, bertepatan dengan acara yang dijadwalkan di Kyiv untuk merayakan Hari Anak Internasional.
Namun setelah bom itu meledak, acara-acara itu dibatalkan.
Pertahanan udara Ukraina menembak jatuh sebanyak 10 rudal jelajah dan balistik yang diluncurkan oleh pasukan Kremlin.
Namun puing-puing yang berjatuhan menyebabkan kerusakan dan korban di darat, melukai 16 orang.
Rusia terus melakukan serangan terus-menerus di ibu kota Ukraina dan bagian lain negara itu dalam beberapa pekan terakhir,
Hal itu terjadi saat Kyiv menyiapkan apa yang dikatakannya sebagai serangan balasan untuk memukul mundur pasukan Moskow, 15 bulan setelah invasi skala penuh mereka.
Kyiv adalah target dari 17 serangan drone dan rudal yang dilaporkan bulan lalu.
Ibu negara Ukraina Olena Zelenska mengatakan seorang anak dirawat di rumah sakit setelah serangan itu.
“Hari Anak harus tentang masa kanak-kanak yang aman, musim panas, kehidupan,” cuit Olena Zelenska.
“Tapi hari ini tentang kejahatan baru (Rusia) terhadap anak-anak,” kata Olena Zelenska.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba tweeted bahwa korban tewas termasuk seorang gadis berusia 9 tahun, ibunya dan seorang wanita lain.
Pemantau hak asasi manusia PBB mengatakan enam anak tewas dan 34 luka-luka bulan lalu saja.