Ketua Panitia Dies Natalis ke-65 ISKA, Ir PL Hasudungan Siboro MM, menggarisbawahi pentingnya tema-tema FGD ketiga regio Indonesia, barat, timur, dan tengah itu.
“Pemikiran serta pertukaran ide para cendekiawan, akademisi, professional, mau pun perwakilan berbagai elemen publik dalam serial FDG ini, kiranya menjadi kontribusi nyata ISKA bagi Indonesia maju,” ujar Hasudungan, Presidium Maritim, Energi, dan Infrastuktur ISKA, yang banyak terlibat dalam gerakan pemanfaatan energi baru terbarukan.
ISKA dibentuk di Jakarta pada 22 Mei 1958 dengan nama Ikatan Katolik Sarjana dan Cendekiawan (IKS).
Nama Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) baru mulai digunakan setelah musyawarah nasional (Munas) di Bandung, pada 3-5 September 1964.
Kini dipimpin Luky A. Yusgiantoro BSC MSC PhD ISKA tersebar di 24 provinsi setingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 125 kota/kabupaten setingkat Dewan Pimpinan Cabang.
Sejak 2022, posisi ISKA kian meluas di latar internasional.
Prasetyo Nurhardjanto, Presidium Teknologi Informasi, Inovasi, dan SDM ISKA terpilih sebagai Vice Presiden (VP) The International Catholic Movement for Intellectual and Cultural Affairs (ICMICA) Pax Romana periode 2022-2025. ***