PONTIANAKGLOBE.COM -- Banjir Bandang melanda Deli Serdang pada Minggu, 30 April 202 lalu. Dampaknya sebanyak 2 kepala keluarga atau KK dan 8 jiwa mengungsi.
Apa itu banjir bandang? Berikut ulasan singkatnya:
Banjir bandang adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis banjir yang sangat cepat dan tiba-tiba terjadi dengan air yang meluap dengan deras dan kuat.
Banjir bandang biasanya terjadi di daerah yang curam, seperti lembah sungai atau daerah lereng gunung yang memiliki aliran sungai yang kuat dan tidak dapat menampung air hujan yang melimpah.
Banjir bandang juga dapat disebabkan oleh fenomena alam seperti longsor atau letusan gunung berapi yang mengakibatkan aliran lahar atau material vulkanik yang tercampur dengan air hujan dan mengalir ke sungai di bawahnya.
Banjir bandang dapat sangat merusak dan bahkan berbahaya bagi kehidupan manusia, karena air yang meluap dengan cepat dan kuat dapat menghancurkan segala sesuatu di sepanjang jalur alirannya dan membanjiri daerah sekitarnya dalam waktu yang sangat singkat.
Berikut adalah 10 banjir bandang dan banjir terbesar yang pernah terjadi di Indonesia:
- Banjir bandang di Aceh Tengah pada tahun 2006, yang menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal dunia.
- Banjir bandang di Manado pada tahun 2004, yang menewaskan 34 orang dan mengakibatkan kerusakan yang cukup besar.
- Banjir bandang di Wasior, Papua Barat pada tahun 2010, yang menewaskan lebih dari 150 orang.
- Banjir bandang di Sentani, Papua pada tahun 2019, yang menewaskan 112 orang dan menyebabkan kerusakan yang parah.
- Banjir bandang di Garut pada tahun 2016, yang menewaskan 33 orang dan merusak banyak bangunan.
- Banjir bandang di Bandung pada tahun 2019, yang menyebabkan kerusakan yang cukup besar di beberapa wilayah.
- Banjir bandang di Sulawesi Selatan pada tahun 2019, yang menewaskan 70 orang dan menyebabkan kerusakan yang parah di beberapa wilayah.
- Banjir bandang di Aceh Barat pada tahun 2000, yang menewaskan 101 orang dan merusak banyak bangunan.
- Banjir di Jakarta pada tahun 2002, yang menewaskan 23 orang dan mengakibatkan kerusakan yang cukup besar.
- Banjir bandang di Ponorogo pada tahun 2018, yang menewaskan 28 orang dan merusak banyak bangunan. ***