Pada survei Maret, Ganjar Pranowo (36,9 persen), Prabowo Subianto (27,2 persen), dan Anies Baswedan (21,3 persen).
Data terbaru pada survei April, Prabowo Subianto (33,0 persen), Ganjar Pranowo (31,1 persen), dan Anies Baswedan (22,4 persen).
Posisi dari ketiga capres ini sangat dinamis dan kompetitif, mengingat pergerakan tren ketiganya sangat fluktuatif, terutama Prabowo Subianto (33,0 persen) dan Ganjar Pranowo (31,1 persen) posisi elektabilitasnya sangat kompetitif.
Sebagai konsekuensi, variabel cawapres menjadi sangat penting dalam mendongkrak perolehan suara.
Ketiga, terkait pergeseran peta elektoral calon wakil presiden.
Pada simulasi 10 nama cawapres, hanya tiga nama yang elektabilitasnya berhasil menembus angka dua digit dan cukup kompetitif.
Pada survei Februari, Ridwan Kamil (16,7 persen), Erick Thohir (16,5 persen), dan Sandiaga Salahuddin Uno (11,9 persen), sementara nama lainnya, Agus Harimurti Yudhoyono (8,7 persen), Khofifah Indar Parawansa (6,7 persen), Mahfud MD (4,8 persen), Andika Perkasa (2,7 persen), Puan Maharani (2,5 persen), Muhaimin Iskandar (2,4 persen), dan Airlangga Hartarto (1,9 persen).
Pada survei Maret, Erick Thohir (16,7 persen), Ridwan Kamil (14,2 persen), Sandiaga Salahuddin Uno (13,0 persen), sementara nama lainnya, Agus Harimurti Yudhoyono (8,0 persen), Khofifah Indar Parawansa (6,9 persen), Mahfud MD (5,5 persen), Puan Maharani (3,0 persen), Muhaimin Iskandar (3,1 persen), Andika Perkasa (2,7 persen), dan Airlangga Hartarto (2,2 persen).
Data terbaru pada April, Erick Thohir (17.1%), Sandiaga Salahuddin Uno (15.5%), dan Ridwan Kamil (13.5%), sementara nama lainnya, Mahfud MD (7.8%), Agus Harimurti Yudhoyono (7.7%), Khofifah Indar Parawansa (6.8%), Puan Maharani (3.5%), Airlangga Hartarto (3.1%), Muhaimin Iskandar (3.0%), dan Andika Perkasa (2.5%).
Cawapres menjadi variabel yang sangat menentukan dalam Pilpres 2024, karena dalam beberapa temuan survei, hanya terdapat tiga nama Capres kuat dan kompetitif.
Keempat, peta elektabilitas partai politik cenderung tidak ada kejutan berarti. Temuan survei Februari pada simulasi 18 partai politik, PDI Perjuangan (22.8%), Partai Gerindra (12.0%), Partai Golkar (8.9%), PKB (7.8%), Partai Demokrat (7.7%), Partai NasDem (7.5%), Partai Keadilan Sejahtera (5.9%), PAN (3.0%), Perindo (2.7%), PPP (2.0%) dan partai lain peserta pemilu 2024 di bawah 1%.
Pada temuan survei Maret pada simulasi 18 partai politik, PDI Perjuangan (22.7%), Partai Gerindra (13.9%), Partai Golkar (8.9%), Partai NasDem (8.8%), PKB (7.8%), Partai Demokrat (7.1%), Partai Keadilan Sejahtera (4.8%), Perindo (2.9%), PPP (2.8%), PAN (2.0%), dan partai lain peserta pemilu 2024 di bawah 1%.
Sementara pada data terbaru, temuan survei April dalam simulasi 18 partai politik, PDI
Perjuangan (23.3%), Partai Gerindra (16.3%), Partai NasDem (8.8%), Partai Golkar (8.7%), dan PKB (8.5%). Sementara partai parlemen lainnya, Partai Demokrat (7.4%), Partai Keadilan Sejahtera (5.4%), PPP (2.8%), dan PAN (2.3%). Menyusul di bawahnya partai non parlemen, Perindo (2.1%) dan partai lain peserta pemilu 2024 di bawah 1%.
Pergerakan tren partai politik juga sangat fluktuatif dan posisinya masih dinamis.