PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei nasional pada Februari, Maret, dan April 2022 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.
Pengambilan data terbaru pada April dilakukan pada tanggal 9-15 April 2023.
Jumlah sampel dalam tiap survei ini adalah 1220 responden dengan margin of error +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR mengatakan klaster survei ini menjangkau 34 provinsi seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.
Metode sampling ini meningkatkan representasi seluruh populasi pemilih secara lebih akurat.
Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak.
Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.
Maksud dan tujuan dari survei ini adalah untuk mengukur peta kekuatan elektoral calon presiden (capres), calon wakil presiden (cawapres), partai politik, dan termasuk evaluasi terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin.
Temuan pokok dan analisis hasil survei ini dapat dijelaskan sebagaimana berikut:
Pertama, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada periode Februari (71,7 persen), Maret (71,8 persen), dan April (74,7 persen).
Secara kuantitatif angka kepuasan ini cukup tinggi. Jika dilihat tren kepuasan terhadap pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam tiga bulan terakhir cenderung naik.
Tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf ini berbanding lurus dengan pengaruh politik Presiden Joko Widodo. Sebanyak (51.2 persen) publik mengatakan berpengaruh (gabungan sangat berpengaruh - cukup berpengaruh) pada pilihanya dukungan Presiden Joko Widodo pada pasangan Capres-Cawapres.
Sementara pada pengukuran kepuasan terhadap kinerja menteri dan pejabat setingkat menteri, dalam urutan 10 teratas, tingkat kepuasan (gabungan sangat puas dan cukup puas) pada Prabowo Subianto (64,8 persen), Erick Thohir (64,3 persen), Sandiaga Salahuddin Uno (63,4 persen), Mahfud MD (62,2 persen), Tri Rismaharini (62,0 persen), Nadiem Anwar Makarim (61,5 persen), Yaqut Cholil Qoumas (60,9 persen), Zulkifli Hasan (60,3 persen), Sri Mulyani Indrawati (59.6 persen), dan Yudo Margono (59,2 persen).
Kedua, mengenai pergeseran peta elektoral calon presiden, sampai sejauh ini, hanya terdapat tiga nama capres kuat yang kompetitif secara elektabilitas.
Pada survei Februari, simulasi tiga nama capres kuat, Ganjar Pranowo (34,6 persen), Prabowo Subianto (26,1 persen), dan Anies Baswedan (24,4 persen).