inter-nasional

Pejabat Kemenkeu Aniaya Putra GP Ansor Minta Maaf dan Bilang Merupakan Masalah Pribadi Keluarga

Kamis, 23 Februari 2023 | 19:32 WIB
Rafael Alun Trisambodo, Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan (Berbagai sumber)

PONTIANAKGLOBE -- Rafael Alun Trisambodo, ayah dari Mario Dendy Satryo pelaku yang menganiaya David, anak dari pengurus GP Ansor menyatakan permintaan maaf kepada keluarga korban bahkan kepada institusi Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pria yang menjabat sebagai kepala bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan tersebut menyampaikan maaf tersebut di video.

"Saya orang tua dari Mario Dendy Satriyo dengan ini menyampaikan permintaan maaf kepada mas David dan keluarga besar PBNU, GP Ansor karena perbuatan putra saya menyebabkan luka serius dan trauma mendalam," kata Rafael dikutip Pontianak Globe, Kamis (23 Februari 2023).

Selain itu, dia meminta maaf kepada insitusi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena menurutnya berpotensi menurunkan reputasi kementerian dan kepercayaan publik yang telah dibangun selama ini.

"Saya menyadari perbuatan putra saya mencelakai orang lain, telah mengecewakan dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Saya mendokan kesembuhan Mas David," kata Rafael.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Keuangan Yustinus Prastowo mengecam segala tindak kekerasan yang dilakukan oleh anak dari Rafael Alun Trisambodo. Pihaknya mendukung penangangan hukum secara konsisten oleh instansi berwenang atas kasus tersebut.

Selain itu, menurutnya, Kemenkeu mengecam gaya hidup mewah dan sikap pamer harta oleh keluarga jajaran Kemenkeu yang menimbulkan erosi kepercayaan terhadap integritas Kemenkeu.

"Menciptakan reputasi negatif terhadap seluruh jajaran Kemenkeu yang telah dan terus bekerja secara jujur, bersih dan profesional. Saat ini Inspektorat Jenderal Kemenkeu dan unit kepatuhan internal DJP sedang memproses pemanggilan dalam rangka pemeriksaan terhadap pegawai yang bersangkutan," kata Yustinus.

Tags

Terkini