“Terima kasih kepada semua pihak yang membuat perjalanan ini nyata. Kami pulang dengan hati penuh sukacita dan semangat untuk membawa terang yang telah dinyalakan di hati kami,” kata seorang perwakilan pendamping BDI.
Dari Kalimantan hingga Pintu Suci, dari panggung seni hingga pintu pengampunan, perjalanan ini menjadi penanda bahwa Keluarga Dominikan dipanggil bukan hanya untuk berkumpul, tetapi juga untuk menyalakan terang bersama—melintasi batas daerah, negara, dan budaya. Anak-anak BDI kini kembali ke tanah Kalimantan sebagai peziarah pengharapan, siap membagikan cahaya Kristus bagi dunia. (Rm. An).