inter-nasional

Letusan Terbaru Gunung Lewotobi di Flores Timur, Ini Rekomendasi Badan Geologi

Jumat, 1 Agustus 2025 | 22:47 WIB
Tampak Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang meletus pada Jumat, 1 Agustus 2025 malam. (Badan Geologi)

PONTIANAKGLOBE.COM, FLORES TIMUR -- Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Jumat malam, 1 Agustus 2025.

Letusan terjadi sekitar pukul 20.48 Wita, dengan lontaran abu vulkanik yang membumbung tinggi hingga 10 kilometer dari puncak kawah aktif.

Baca Juga: Ramai Bendera One Piece Jelang HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Makna dan Aturan Bendera Merah Putih

Erupsi ini terekam jelas melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan berlangsung selama sekitar 3 menit 40 detik.

Menurut Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, letusan disertai kolom abu pekat berwarna kelabu dengan arah sebaran mengarah ke barat dan barat laut.

Suara gemuruh mengiringi erupsi dan terdengar jelas dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang.

Di malam yang gelap, kilatan material pijar dan kabut debu vulkanik menambah suasana mencekam di sekitar kaki gunung.

Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, status gunung kini ditetapkan pada Level IV atau “Awas”—peringkat tertinggi dalam sistem peringatan gunung api di Indonesia.

Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah, serta area sektoral dari arah barat daya hingga timur laut sejauh 7 kilometer.

Baca Juga: Rusmina Tak Pulang dari Sawah, Kisah Seorang Ibu di Sambas yang Meninggal Terbakar saat Menjaga Api di Sawah Miliknya

Potensi letusan susulan, lontaran material pijar, hingga awan panas guguran masih mungkin terjadi kapan saja.

Tak hanya itu, masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai kemungkinan banjir lahar apabila hujan deras mengguyur lereng gunung.

Beberapa wilayah yang masuk dalam zona rawan banjir lahar antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Warga di daerah tersebut diimbau menjauhi aliran sungai yang berhulu di puncak gunung serta selalu mengikuti informasi dari sumber resmi.

Bagi masyarakat terdampak hujan abu, Badan Geologi menyarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mencegah gangguan pernapasan.

Halaman:

Tags

Terkini