inter-nasional

Biasa Urusi MBG, Kepala BGN Sebut Kekalahan Timnas Indonesia karena Kurang Gizi, Komisi X DPR RI: Jangan Berlebihan!

Senin, 24 Maret 2025 | 09:05 WIB
Kepala BGN, Dadan Hindayana Kembali Disorot karena Menghubungkan Kekalahan Timnas dengan Kurang Gizi. (Instagram @badangizinasional.ri)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan pandangannya terkait performa tim nasional (Timnas) sepak bola Indonesia yang kerap kesulitan meraih kemenangan dalam sejumlah laga.

Menurutnya, masalah gizi menjadi faktor utama yang memengaruhi stamina dan daya tahan pemain selama bertanding.

Baca Juga: Mengungkap Makna Semana Santa di Larantuka, Refleksi Iman dan Tradisi Berabad-abad, Begini Hubungannya dengan Ordo Dominikan

Dadan menyoroti bahwa asupan gizi yang kurang sejak usia anak-anak hingga dewasa berpengaruh terhadap performa atlet di berbagai cabang olahraga, termasuk sepak bola.

"Jangan heran kalau PSSI sulit menang karena bermain 90 menit itu berat. Kenapa? Karena gizinya tidak bagus, dan banyak pemain bola lahir dari kampung," ujar Dadan dalam sebuah acara di Pendopo Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Minggu, 23 Maret 2025.

Namun, jika disebut kurang gizi, faktanya kualitas pemain Indonesia sebenarnya sudah mengalami peningkatan, terutama dengan adanya 17 pemain naturalisasi yang sejak kecil mendapat asupan gizi baik di negara asal mereka, seperti Belanda.

Pernyataan Dadan Hindayana tentang keterkaitan antara performa Timnas Indonesia dan gizi para pemainnya menuai tanggapan dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.

Baca Juga: Mengapa Semana Santa Larantuka Bertahan Berabad-abad? Ini Peran Besar Kaum Awam

Menurutnya, pernyataan tersebut terlalu berlebihan dan kurang tepat, terutama karena Dadan seharusnya lebih fokus pada tugasnya di bidang gizi masyarakat.

"Kepala BGN jangan terlalu berlebihan menyangkutpautkan PSSI dengan makanan bergizi. Apalagi sampai menyatakan bahwa pemain Indonesia kurang makan bergizi," ujar Lalu dalam keterangan tertulis, Minggu, 23 Maret 2025.

Lalu menilai bahwa tanggung jawab utama Kepala BGN adalah memastikan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan mengomentari isu lain yang berada di luar lingkup tugasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak kendala dalam pelaksanaan MBG di berbagai daerah, terutama terkait kualitas dan distribusi makanan bergizi bagi para siswa.

Baca Juga: Puluhan Warga Kaltim Tertipu Investasi WPONE yang Diduga Ilegal, Rumah Leader Digeruduk Polisi Sampai Turun Tangan, Begini Peringatan OJK

"Pernyataan tersebut kurang tepat. Sebaiknya Kepala BGN fokus saja pada kesuksesan program MBG, jangan membuat pernyataan yang tidak relevan," tegas Lalu.

"Apalagi, program MBG masih memiliki banyak kekurangan dan keluhan dalam pelaksanaannya. Jadi, lebih baik fokus mengurus Makan Bergizi Gratis sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto," tambahnya. ***

Tags

Terkini