PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Tim DVI RS Polri Kramat Jati telah mengidentifikasi tiga korban tewas dalam insiden kebakaran di Glodok Plaza, Jakarta Barat, yang terjadi pada Rabu, 15 Januari 2025.
Ketiga korban diketahui memiliki latar belakang profesi yang berbeda, yakni dua pramugari dan seorang pegawai BUMN.
Baca Juga: Daftar Lengkap 38 Provinsi di Indonesia dan Ibu Kotanya yang Kamu Harus Ketahui
Salah satu korban yang berhasil diidentifikasi adalah Zukhi Fitria Rahdja, pria berusia 42 tahun, yang diketahui merupakan pegawai sebuah BUMN. Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan DNA.
"Korban merupakan pegawai BUMN," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat, 24 Januari 2025.
Jenazah Zukhi telah diserahkan kepada keluarga pada hari yang sama dan akan diterbangkan ke Pekanbaru untuk dimakamkan.
Baca Juga: Panduan Resmi Update Aplikasi Dapodik 2025, Begini Langkah Mudah dan Cepat-nya Guys
Korban lainnya adalah Oshima Yukari, seorang pramugari. Mobil pribadi miliknya, sebuah mobil putih, ditemukan di lantai 7 Glodok Plaza pada Kamis, 23 Januari 2025.
Meski sebagian mobil masih dalam kondisi utuh dan dapat dikendarai, beberapa bagian menunjukkan bekas terbakar. Barang-barang pribadi milik Oshima, seperti kotak, kertas, dan minuman kaleng, juga ditemukan utuh di dalam mobil.
Berdasarkan catatan tiket parkir yang masih berada di mobil, Oshima diketahui memasuki Glodok Plaza pada Rabu, 15 Januari 2025, pukul 18.43 WIB. Ia tercatat berada di lantai 8 bersama tiga orang temannya untuk menghadiri acara ulang tahun.
Dari empat orang tersebut, satu orang berhasil selamat dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Baca Juga: Langkah-Langkah Update Dapodik 2025 B, Wajib Dilakukan Sebelum 31 Agustus
Kesedihan Keluarga Korban
Ayah Oshima, Edi Sunarsono (68), mengungkapkan kesedihannya setelah mengetahui anaknya masuk dalam daftar orang hilang akibat kebakaran tersebut.
"Kami masih berharap semoga Oshima selamat. Siapa tahu ada keajaiban dari Tuhan. Tapi jika memang sudah menjadi jasad, saya ikhlas dan akan kami bawa pulang ke Kendal," ujar Edi melalui sambungan telepon, Sabtu, 18 Januari 2025.