inter-nasional

Menteri Satryo Bantah Tuduhan Tampar ASN, Istana Serukan Dialog Damai

Rabu, 22 Januari 2025 | 10:08 WIB
Potret Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro.

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro membantah tuduhan kekerasan terhadap ASN di kementeriannya.

Istana Kepresidenan menilai dialog internal dapat menyelesaikan permasalahan ini.

Baca Juga: Zonasi dan Ujian Nasional Akan Diganti, Mendikdasmen Bocorkan Kebijakan Baru

Pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) melancarkan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Dalam aksi bertajuk "Senin Hitam," para pegawai mengenakan pakaian serba hitam dan membawa spanduk yang menegaskan bahwa mereka adalah pegawai negara, bukan pegawai pribadi Menteri Satryo atau keluarganya.

Aksi ini juga disertai karangan bunga sebagai simbol protes atas dugaan tindakan sewenang-wenang.

Baca Juga: Janji Presiden Prabowo, Program Makan Bergizi Gratis Akan Merata di Seluruh Indonesia 2025

Protes ini diprakarsai oleh anggota Paguyuban Pegawai Ditjen Dikti sebagai respons terhadap pemecatan salah satu pegawai, Neni Herlina, yang dinilai tanpa prosedur jelas.

Klarifikasi Menteri Satryo

Menteri Satryo Soemantri dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya bertindak kasar atau arogan terhadap pegawai di kementeriannya.

“Tidak benar. Tidak ada kejadian seperti itu,” ujar Satryo di Bandung, usai menghadiri pelantikan Rektor ITB pada Senin, 20 Januari 2025.

Menurutnya, aksi protes tersebut dipicu oleh kebijakan mutasi besar-besaran yang sedang dijalankan di Kemendikti Saintek.

Baca Juga: Prabowo Tegas! Tidak Perlu Berterima Kasih pada Saya, Hormati Orangtua dan Guru untuk Program MBG

Kebijakan ini, lanjutnya, bertujuan menata ulang struktur organisasi sesuai arahan Presiden untuk efisiensi anggaran setelah kementerian terpecah menjadi tiga bagian.

“Kita sedang melakukan mutasi besar-besaran. Karena kementerian terpecah jadi tiga, kita perlu banyak penyesuaian sesuai amanat Presiden untuk efisiensi anggaran,” jelas Satryo.

Halaman:

Tags

Terkini