Rano Karno mengenang masa kecilnya yang jauh dari kemewahan.
Baca Juga: MCU Gratis di Hari Ulang Tahun Mulai Februari, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
"Saya lahir di keluarga yang sederhana. Makan telur dadar satu piring untuk berlima itu biasa," ujar Rano Karno.
Kehidupan masa kecilnya tidak memungkinkannya untuk mengakses fasilitas yang lebih baik.
"Saat kecil, saya tidak bisa sekolah di tempat yang baik, dan bahkan kalau menonton TV, saya harus ke rumah tetangga. Kami punya rumah, tapi tidak ada listrik," tuturnya.
Namun, melalui cerita Si Doel, Rano Karno belajar untuk mengasah kemampuannya dan mencari cara untuk mendapatkan uang secara halal, meskipun dengan berjualan kue dari kampung ke kampung.
"Untuk mencari uang, saya jualan kue, masuk keluar kampung. Itu yang saya lakukan," ujarnya.
Baca Juga: Tragedi Bus Pariwisata di Kota Batu: 4 Orang Tewas, Ini Fakta Lengkapnya
Menjadi 'Si Doel' di TV: Dari SD ke Kuliah
Bagi banyak orang, Rano Karno dikenal sebagai 'Si Doel', tokoh utama dalam serial 'Si Doel Anak Sekolahan' yang diadaptasi dari novel 'Si Doel Anak Betawi'.
Namun, alur cerita dalam serial TV itu diperpanjang agar Si Doel bisa melanjutkan pendidikannya hingga lulus kuliah.
"Si Doel Anak Sekolahan memang berhubungan dengan Si Doel Anak Betawi. Tapi saya terobsesi untuk membuat Si Doel lulus SMA dan kuliah. Akhirnya, terciptalah Si Doel Anak Sekolahan," jelas Rano Karno.
Serial ini sukses besar pada masanya dan menjadikan Rano Karno ikon yang tak bisa terpisahkan dari karakter Si Doel. Bahkan hingga kini, banyak orang yang masih memanggilnya 'Si Doel'.
"Si Doel sudah menjadi bagian dari diri saya. Saya selalu mengembangkannya dalam imajinasi saya sejak dulu," tandas Rano Karno.
Dengan perjalanan hidup yang penuh perjuangan dan keberhasilan, Rano Karno kini memimpin Jakarta sebagai Wakil Gubernur.