Program ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional untuk memberikan makanan bergizi kepada 19,47 juta masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Baca Juga: Heboh Korupsi Rp300 Triliun PT Timah, Bandingkan Kekayaan Harvey Moeis vs Helena Lim
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa program ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima dalam lima tahun ke depan dengan total anggaran Rp400 triliun per tahun.
"Kalau program ini berjalan penuh, Badan Gizi akan mengeluarkan dana harian Rp1,2 triliun," ujar Dadan di Istana Kepresidenan pada 2 Desember 2024.
2. Penghapusan Kredit Petani-Nelayan dan UMKM
Prabowo juga telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2024 terkait penghapusan piutang macet bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, serta kelautan.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menjelaskan bahwa penghapusan ini hanya berlaku bagi pelaku usaha yang benar-benar tidak mampu melunasi utangnya.
Proses penghapusan akan dilakukan melalui mekanisme resmi di bank Himbara.
Baca Juga: Kisah Jay Idzes: Dari Futsal hingga Jadi Andalan Venezia di Liga Italia
UMKM yang mendapatkan penghapusan piutang tetap dapat mengakses pembiayaan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2025.
"Program ini berlaku bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan bayar selama rentang waktu lebih dari 10 tahun," ujar Maman di Denpasar, Bali, pada 25 November 2024.
3. Penghapusan Pajak Pembelian Rumah
Pemerintah juga berencana menghapus pajak dalam transaksi pembelian rumah, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan Pajak Penghasilan (PPh).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, telah mengajukan usulan tersebut kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
"Tahun depan (2025), akan ada banyak perubahan dalam sektor perumahan, baik dari sisi bisnis maupun sosial," ungkap Maruarar pada 9 Oktober 2024.