Ni Luh Made Sukma Dewi, Ketua BUMDesa Praja Kerta Desa Batuan, menjelaskan bahwa saat ini desa memiliki beberapa unit usaha, seperti Warung Desa, Pengelolaan Sampah, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Baca Juga: Kacang Nepo, Inovasi dari Desa Nepo yang Tembus Pasar Nasional Berkat Dukungan BRI
“Setiap bulan, masing-masing banjar membawa sampah ke balai banjar untuk dicacah dan diolah di TPS3R menjadi kompos,” ungkapnya.
Unit usaha lainnya, seperti Pusma Aman (Pusat Pangan Aman), juga berkontribusi pada ketahanan pangan masyarakat.
Program ini mengajak warga memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan tidak produktif untuk menanam bahan pangan, meningkatkan gizi keluarga, sekaligus menambah penghasilan.
“Sejak 2022, kami menerapkan konsep ‘the right man on the right place’, yakni memperkuat kelembagaan BUMDesa agar lebih optimal dalam mengelola potensi desa,” tambahnya.
Desa BRILiaN: Meningkatkan Potensi Desa
Berkat pengembangan yang berkelanjutan, Desa Batuan menjadi bagian dari Program Desa BRILiaN 2022 yang diinisiasi oleh BRI.
Program ini memberikan pendampingan dan pemberdayaan untuk mengoptimalkan potensi desa.
“Pendampingan ini sangat berdampak pada pengembangan usaha desa. Sebagian pendapatan BUMDesa disalurkan sebagai pendapatan asli desa yang digunakan untuk pembangunan,” jelas Ari.
SEVP Ultra Mikro BRI, M Candra Utama, mengungkapkan bahwa Desa BRILiaN bertujuan menciptakan model pengembangan desa berbasis praktik kepemimpinan unggul dan kolaborasi sesuai prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
Hingga triwulan III 2024, program ini telah diikuti oleh 3.957 desa di Indonesia.
“Program ini menciptakan nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat desa. Kami berharap kontribusi ini dapat mendukung kebangkitan ekonomi masyarakat desa,” tutup Candra.
Desa Batuan Sukawati, dengan kekayaan seni, budaya, dan alamnya, terus menunjukkan potensi luar biasa sebagai contoh desa modern yang berkelanjutan dan mandiri. ***