inter-nasional

Respons Cepat! Prabowo Gelar Rapat Virtual dari Washington Tangani Erupsi Gunung Lewotobi

Rabu, 13 November 2024 | 08:50 WIB
Di tengah kunjungan kerjanya di Amerika Serikat, Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat melalui video conference pada Selasa, 12 November 2024 malam WIB, atau pagi hari waktu setempat. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, WASHINGTON DC -- Presiden RI Prabowo Subianto merespons cepat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT.

Di tengah kunjungan kerjanya di Amerika Serikat, ia mengadakan rapat melalui video conference pada Selasa, 12 November 2024 malam WIB, atau pagi hari waktu setempat.

Baca Juga: Tim INKAI DKI Jakarta Sabet Juara Umum di Kejurnas 2024, Pertahankan Gelar dengan 18 Emas

“Pada malam ini di Indonesia dan pagi hari di Amerika Serikat, saya menggelar rapat internal melalui video conference dengan Menko PMK, Menko PM, para menteri terkait, serta Kepala BNPB untuk membahas langkah penanggulangan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT,” ujar Prabowo melalui akun Instagram @prabowo.

Prabowo menjelaskan bahwa rapat tersebut digelar untuk mendapatkan pembaruan rinci mengenai bencana serta memastikan bantuan diberikan tepat waktu dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa Prabowo, meskipun sedang berada di luar negeri, tetap ingin memantau langsung perkembangan bencana di Indonesia.

Baca Juga: Dua Tersangka Kasus Korupsi Dana BOK Puskesmas Melawi Ditahan Kejati Kalbar

"Beliau sangat ingin mendengar laporan langsung dari kami agar bisa terus memantau situasi di dalam negeri," kata Pratikno.

Kepala BNPB Suharyanto, juga memberikan laporan terkini, menyampaikan bahwa tim gabungan yang melibatkan BNPB, Kementerian Sosial, TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah berkoordinasi dan melakukan evakuasi serta penyelamatan sejak erupsi pertama terjadi pada 3 November dini hari.

Baca Juga: Mayat Pria Pencari Madu Hutan Ditemukan, Polres Kubu Raya Beberkan Dugaan Penyebab Kematian

Menurut laporan BNPB, lebih dari 13 ribu warga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari dampak erupsi.

"Pagi tadi, kami telah mengadakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Bapak Wapres. Sejak erupsi pada 3 November, BNPB, Kemensos, TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah bergerak cepat dalam penyelamatan dan evakuasi warga," jelas Suharyanto. ***

Tags

Terkini