Sayangnya, bisnis ini gagal karena konsep yang ditawarkan tidak sesuai dengan tren yang berkembang saat itu.
Di masa itu, masyarakat China lebih menginginkan produk dengan kualitas tinggi, bukan sekadar harga murah, seperti yang ditawarkan oleh toko Arayaya.
Jack Ye mendapatkan inspirasi untuk mendirikan Miniso saat berlibur ke Jepang pada tahun 2013.
Selama di Jepang, ia mengunjungi beberapa toko yang menjual produk berkualitas tinggi dengan desain menarik namun dijual dengan harga terjangkau.
Ia terkejut mengetahui bahwa produk-produk tersebut diproduksi di China.
Pengalaman ini menginspirasi Jack Ye untuk membangun sebuah toko di China yang menjual kombinasi barang rumah tangga dan produk kecantikan dengan desain elegan dan harga terjangkau.
Ia membayangkan sebuah toko ritel produk gaya hidup yang terinspirasi dari Jepang, yang dapat menarik banyak pelanggan di pusat kota Guangzhou, China.
Berkat pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya, Jack Ye akhirnya mendirikan Miniso pada tahun 2013.
Ia pun berhasil menciptakan konsep toko yang menggabungkan desain minimalis ala Jepang dengan produk berkualitas namun tetap terjangkau.
Miniso kini telah berkembang pesat dengan lebih dari 5.000 toko yang tersebar di lebih dari 100 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Indonesia.
Bahkan, Miniso membuka toko terbesar di dunia di Central Park Mall, Jakarta, Indonesia, dengan luas mencapai 3.000 meter persegi dan desain yang megah.
Selain itu, Miniso telah berkolaborasi dengan berbagai merek ternama dunia, seperti Marvel, Hello Kitty, We Bare Bears, Disney, dan yang terbaru, Harry Potter.
Kolaborasi ini semakin mengukuhkan Miniso sebagai brand global yang diminati banyak kalangan.
Berkat kesuksesannya, Jack Ye kini memiliki kekayaan bersih sekitar 2,6 miliar dolar AS, setara dengan Rp40,9 triliun.