inter-nasional

15 Hari Pertama Pemerintahan Prabowo, Penangkapan Puluhan Koruptor dan Pencopotan Pejabat Kunci

Selasa, 5 November 2024 | 20:55 WIB
Prabowo Subianto memberikan pembekalan kepada calon menteri. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Dalam waktu singkat 15 hari menjabat, pemerintah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah melakukan sejumlah terobosan signifikan, termasuk menangkap puluhan koruptor dan mencopot beberapa pejabat penting di pemerintahan.

Total, ada 28 orang yang ditangkap terkait kasus korupsi, serta tiga pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) yang diperiksa karena diduga terlibat dalam praktik suap.

Baca Juga: Setia Untung Arimuladi Raih Doktor Hukum Cumlaude di Undip, Dorong Penguatan Zona Integritas di Kejaksaan

Berikut adalah rangkuman terobosan Prabowo-Gibran dalam dua minggu pertama mereka menjabat:

1. Penangkapan 28 Koruptor: Penangkapan ini terkait dengan kasus Ronald Tannur dan proyek Tol Padang, yang merugikan negara hingga Rp3,1 triliun.

2. Pendaftaran Indonesia ke BRICS: Indonesia telah mendaftar sebagai "interested country" dalam organisasi yang mewadahi negara-negara ambang industri, dengan harapan dapat menjadi anggota penuh.

3. Operasi "Bersih-Bersih" di Komdigi: Kepolisian menetapkan 16 tersangka dari pegawai Komdigi dan menutup 187 ribu situs judi dalam sepuluh hari terakhir.

4. Pencopotan Direktur Kementan: Direktur ini diduga terlibat dalam suap sebesar Rp700 juta, sementara tiga pejabat Kementan lainnya juga sedang diperiksa.

5. Proyek 3 Juta Rumah: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) Maruarar Sirait menghibahkan 2,5 hektar lahan pribadi untuk mendukung proyek ini, yang ditargetkan rampung pada Oktober 2025.

Baca Juga: Kepulauan Karimunjawa, 'The Paradise of Java' Wisata Alam, Kuliner, dan Budaya yang Wajib Dikunjungi

6. Rencana Kebijakan Baru: Beberapa kebijakan yang sedang direncanakan meliputi pemutihan utang bagi petani, nelayan, dan UMKM, serta pengetatan impor.

Prabowo, selaku presiden, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran negara.

Ia meminta seluruh menteri untuk meninjau kembali alokasi APBN dan mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial atau perjalanan luar negeri yang tidak esensial.

Baca Juga: BRI Peduli Bantu Korban Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur, Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak

Ia juga menegaskan pentingnya reformasi birokrasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat, serta meminta para menteri untuk tidak ragu mengganti pejabat yang tidak patuh atau tidak berkinerja baik.

Halaman:

Tags

Terkini