inter-nasional

Prabowo Hadir Lebih Awal di Latihan Baris di Magelang, Pengamat: Pemimpin yang Menjadi Teladan

Sabtu, 26 Oktober 2024 | 10:05 WIB
Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, MAGELANG -- Pengamat politik Ujang Komaruddin menyoroti sikap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menunjukkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam hari pertama Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/10).

Pada pagi hari ini, Prabowo bersama jajaran Kabinet Merah Putih menjalani kegiatan olahraga pagi dan latihan baris berbaris di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer Magelang. Prabowo tiba paling awal di lapangan, kemudian diikuti oleh para menteri dan wakil menteri lainnya.

Baca Juga: Diskusi UCLG ASPAC 2024 di ZHENGZHOU, CHINA Tegaskan Kolaborasi Teknologi dan Pemda untuk Kota Berkelanjutan

“Apa yang dilakukan Presiden, hadir pertama dan lebih awal, adalah bentuk teladan dari seorang pemimpin. Ia mencontohkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian yang tinggi terhadap bawahannya,” kata Ujang kepada wartawan, Jumat (25/10).

Ujang menjelaskan bahwa dalam momen tersebut, Prabowo menunjukkan tiga poin penting kepada jajaran Kabinet Merah Putih.

Baca Juga: Sederet Menteri Prabowo Ini Berbagi Kantor? Ternyata Masih Ada 19 Kementerian Baru yang Belum Punya Anggaran

“Setidaknya ada tiga aspek yang bisa kita lihat dari pembekalan di Magelang ini. Pertama, olah pikir. Kedua, olah mental. Ketiga, olah fisik,” jelas Ujang.

Dalam aspek olah pikir, menurut Ujang, peserta dilatih untuk berpikir secara sistematis, rasional, dan berbasis kepentingan rakyat.

Selanjutnya, pada aspek olah mental, mentalitas para menteri dan wakil menteri ditempa agar kuat dan tangguh, sejalan dengan komitmen mereka untuk bekerja keras demi rakyat.

Baca Juga: Kejaksaan Pontianak Hancurkan Minol Ilegal Sejumlah 22.386 Botol, Simak Rincian Kasusnya!

Sedangkan pada aspek olah fisik, Ujang menekankan pentingnya kekuatan jasmani. Latihan baris-berbaris bukan hanya bertujuan menyamakan frekuensi, tetapi juga memastikan kebugaran fisik para peserta.

“Seorang menteri atau wakil menteri harus selalu dalam kondisi sehat dan tidak boleh malas, karena mereka disumpah untuk bekerja demi kepentingan rakyat,” pungkas Ujang. ***

Tags

Terkini