PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat perdana Kabinet Merah Putih mengungkapkan alasan mengapa ia ingin mengkemahkan para menteri di Lembah Tidar, Akademi Militer Magelang.
Menurut Prabowo, kerja sama tim antara semua anggota kabinet dan keberanian sangat penting dalam memulai kerja pemerintahan.
Baca Juga: Gustavo Gutiérrez, Imam Dominikan Pendiri Teologi Pembebasan Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun
"Untuk itu, dalam waktu dekat saya akan mengajak saudara-saudara ke Magelang, di mana kita akan melaksanakan pembekalan selama beberapa hari dan mengadakan koordinasi di lokasi Akademi Militer di Jawa Tengah," kata Prabowo, Rabu (23/10).
Prabowo menjelaskan bahwa Magelang merupakan salah satu pusat perlawanan terhadap penjajah.
Ia ingin semangat keberanian yang dimiliki daerah tersebut dapat diadopsi oleh para anggota kabinetnya.
“Magelang dikenal sebagai daerah perjuangan Pangeran Diponegoro, yang terletak di antara lima gunung. Saya kira, tempat ini membawa aura tradisi keberanian, heroisme, dan cinta Tanah Air,” jelasnya.
Baca Juga: Aldi Satya Mahendra Sabet Juara Dunia WorldSSP300, Tiba di Tanah Air Bawa Pulang Trofi Kebanggaan
Mengenai keberanian, Prabowo menekankan pentingnya bagi para menteri untuk berani dan tidak ragu dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa birokrasi di pemerintahan sering kali dianggap mempersulit, bukan mempermudah kebutuhan rakyat.
“Bahkan ada yang berpendapat, 'kalau bisa dibikin sulit, kenapa dibikin mudah?' Saya minta para menteri untuk lebih berani dan tidak ragu dalam memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat. Jika Anda tidak puas dengan pejabat di bawah Anda, laporkan, dan kita akan segera mengganti mereka,” tegas Prabowo.
Baca Juga: Marshanda Menolak Operasi Plastik, Mengapa Ia Lebih Memilih Menerima Penuaan, Ini Alasannya
“Banyak orang yang siap mengabdi. Tidak ada orang di sini yang kebal. Mereka yang tidak patuh dan tidak bekerja keras untuk bangsa, negara, dan rakyat, saya beri wewenang untuk dicopot dan disuruh tinggal di rumah daripada menyusahkan kita,” tambahnya.
Dalam rapat kabinet perdana itu, Prabowo juga meminta semua menteri untuk efisien dalam mengelola anggaran dengan mengurangi acara-acara seremonial dan perjalanan luar negeri yang tidak penting.
“Saya minta Menteri Keuangan, semua Menteri Koordinator, dan semua menteri untuk menelusuri kembali alokasi APBN. Pelajari lagi DIPA. Saya ingin semua kegiatan yang terlalu seremonial, seminar, sarasehan, konferensi, dan perjalanan luar negeri, mohon dikurangi,” pungkasnya. ***