inter-nasional

Dukungan Publik pada KIM Plus, 73,3 Persen Setuju Menurut Survei Indikator

Rabu, 9 Oktober 2024 | 10:35 WIB
Prabowo Subianto umumkan Menteri saat pelantikan (Instagram @prabowo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Survei terbaru Indikator Politik Indonesia, yang dilakukan pada 22-29 September 2024, menemukan bahwa 73,3 persen masyarakat mendukung terbentuknya Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang dipimpin oleh presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Peneliti Utama Indikator, Hendro Prasetyo, menyebutkan bahwa sekitar 33,7 persen publik mengetahui tentang keberadaan KIM Plus.

Baca Juga: Insiden Kapal Penumpang KM Arif Azam Jaya Tabrak Dermaga Kubu, Tiga Bangunan Roboh, Begini Kronologisnya

Dari kelompok yang mengetahui ini, mayoritas setuju dengan pembentukan koalisi tersebut.

"Dari yang mengetahui KIM Plus, sebanyak 73,3 persen mendukung pembentukannya," kata Hendro dalam pemaparan Temuan Survei Nasional: Evaluasi Publik Terhadap 10 Tahun Kepemimpinan Joko Widodo, yang disiarkan melalui YouTube pada Jumat, 4 Oktober 2024.

Hendro juga menjelaskan bahwa tingkat pengetahuan tentang KIM Plus lebih tinggi di kalangan laki-laki berusia 22-40 tahun dari suku Sunda, Batak, Minang, Betawi, dan Bugis, serta pada kelompok masyarakat dengan pendidikan dan pendapatan menengah ke atas, terutama yang tinggal di perkotaan.

Baca Juga: BRI Memberdayakan Petani Rumput Laut di Semaya Bali, Strategi untuk Meningkatkan Produksi dan Mensejahterakan

Secara geografis, pengetahuan lebih tinggi di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi, dan Maluku-Papua.

"Dari yang mengetahui, mayoritas setuju. Namun, tingkat persetujuan lebih rendah di kalangan kelompok usia muda, etnis Minang dan Melayu, serta wilayah Jakarta dan Maluku-Papua," tambahnya.

Berdasarkan analisis wilayah dan afiliasi politik, pengetahuan tentang KIM Plus lebih tinggi di kalangan pendukung partai Gerindra, NasDem, PKS, dan PAN. Namun, di kalangan pendukung PKS, opini terpecah terkait pembentukan koalisi ini.

Baca Juga: Duka Mendalam bagi Keuskupan Maumere, Uskup Emeritus Mgr Gerulfus Kherubim Pareira Wafat

Survei ini melibatkan 1.200 responden yang dipilih melalui metode multistage random sampling.

Sampel tambahan diambil dari 11 provinsi terbesar, yaitu Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Masing-masing provinsi memiliki 300 responden, kecuali Sumatera Barat yang melibatkan 200 responden. Survei ini memiliki margin of error sekitar 2,3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. ***

Tags

Terkini