PONTIANAKGLOBE.COM, KINSHASA, KONGO -- Setidaknya 78 orang tewas ketika sebuah feri terbalik di Danau Kivu di bagian timur Republik Demokratik Kongo, beberapa saat sebelum mencapai tujuannya di Goma Kamis, 3 Oktober 2024, WIB.
Insiden itu terjadi pada Kamis pagi saat kapal yang membawa 278 penumpang itu mendekati pantai Goma dari kota Minova di Kivu Selatan.
Sebuah video menyedihkan yang muncul di internet menangkap momen-momen terakhir feri saat terbalik dan tenggelam secara dramatis.
Gubernur Jean Jacques Purisi dari wilayah yang terkena dampak mengonfirmasi jumlah korban kepada kantor berita Reuters dan mengindikasikan bahwa jumlah korban tewas mungkin bertambah.
"Butuh waktu setidaknya tiga hari untuk mendapatkan angka pastinya karena belum semua jenazah ditemukan," katanya.
Baca Juga: Mahkamah Konstitusi Periksa UU KSDAHE, Koalisi Tuntut Kejelasan dan Keterlibatan Masyarakat Adat
Aktivis lokal Aaron Ashuza, yang hadir di lokasi kejadian, menceritakan kepada BBC tentang upaya mengerikan untuk mengangkat jenazah dari air, dan mencatat bahwa beberapa penumpang yang terluka dilarikan ke rumah sakit.
Tragisnya, sedikitnya dua anak meninggal karena luka-luka mereka setelah dirawat di rumah sakit, menurut laporan dari AFP.
Para penyintas berbagi cerita mengerikan tentang bencana tersebut.
Baca Juga: iPhone SE 2025, Desain Elegan dan Performa Tangguh dengan Harga Terjangkau
Alfani Buroko Byamungu, seorang penyintas berusia 51 tahun, menceritakan kepada Reuters bagaimana meskipun kondisi air tenang, feri tersebut tiba-tiba mulai tenggelam.
“Saya melihat orang-orang tenggelam, banyak yang tenggelam. Saya melihat wanita dan anak-anak tenggelam di air, dan saya sendiri hampir tenggelam, tetapi Tuhan menolong saya,” kenangnya.
Baca Juga: Fakta Menarik, Ternyata Makanan Beku Menyimpan Nutrisi Lebih Baik dari Makanan Segar
Saksi mata termasuk Bahati Selemani, seorang pekerja dermaga yang terlibat dalam operasi penyelamatan, mengaitkan terbaliknya kapal dengan kelebihan muatan dan kondisi cuaca buruk.