Ia memulai kariernya sebagai bankir dan terpilih sebagai anggota parlemen pada tahun 1986, menjadikannya anggota termuda saat itu.
Baca Juga: Juliette Angela Ungkap Sexy Goath Tak Beri Nafkah Selama Menikah, Kini Ajukan Gugatan Cerai
Ishiba adalah seorang veteran LDP dan rival mantan Perdana Menteri Shinzo Abe.
Selama 38 tahun berkarir di politik, Ishiba telah berupaya untuk membangkitkan komunitas pedesaan dan menjabat sebagai Kepala Pertahanan pada tahun 2007, serta memegang berbagai posisi lain di kabinet.
Ishiba dikenal sebagai sosok yang berani menentang kebijakan pemerintah selama masa kepemimpinan Abe dan Kishida.
Kini, dia dihadapkan pada tantangan besar, terutama di tengah skandal dana politik yang melanda partainya.
Ia juga dikenal menolak peningkatan penggunaan energi nuklir dan telah mengkritik kebijakan yang melarang pasangan menikah dengan nama keluarga yang berbeda.
Baca Juga: Ketua KWI Menyambut Hangat Kepengurusan Baru PP PMKRI
Menurut pengamat politik Rintaro Nishimura, Ishiba perlu memenangkan pemilu umum yang dijadwalkan tahun depan dan menjaga keseimbangan dalam partai yang terbelah antara dirinya dan Takaichi.
Rintaro juga mencatat adanya perubahan dalam LDP sejak pembunuhan mantan Perdana Menteri Abe pada Juli 2022, yang mungkin memberi peluang bagi Ishiba.
Setelah terpilih, Ishiba berjanji untuk mengembalikan kepercayaan rakyat kepada LDP dan berusaha menciptakan Jepang yang aman dan damai, serta mengatasi inflasi yang tinggi.
Ia juga menyerukan pembentukan "NATO Asia" untuk meningkatkan kerjasama keamanan di kawasan tersebut.
Perhatian kini tertuju pada kebijakan yang akan diambil Ishiba, terutama dalam hubungannya dengan Amerika Serikat dan China. ***