inter-nasional

Tangani Korban Gempa di Kabupaten Bandung, IDI Turunkan 40 Dokter dan Perawat

Senin, 23 September 2024 | 20:04 WIB
Bencana Bandung, IDI Siagakan Tenaga Kesehatan Dokter (Foto istimewa)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diguncang gempa tektonik dengan magnitudo M4,9 pada Rabu, 18 September 2024.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa episenter gempa berada di darat, sekitar 25 km tenggara Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 10 km.

Baca Juga: Mendagri Tunjuk Franz Zeno dan Tiga Pejabat Lain Sebagai Penjabat Bupati di 4 Kabupaten di Kalbar, Ini Tugasnya

Getaran ini dirasakan di beberapa wilayah seperti Majalaya, Banjaran, Lembang, Parongpong, Bandung Barat, Bojongsoang, Garut, dan Cileunyi.

Akibatnya, banyak bangunan mengalami kerusakan, termasuk satu fasilitas layanan kesehatan, Puskesmas Kertasari.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Bandung dan Garut, dengan koordinasi dari IDI Wilayah Jawa Barat, segera menurunkan tim medis untuk menangani korban.

Ketua IDI Cabang Kabupaten Bandung, Dr. A. Aziz Asopari, melaporkan bahwa RSUD Bedas Kertasari telah menangani 26 korban (13 laki-laki dan 13 perempuan), dengan 24 korban luka ringan dirawat jalan dan 2 orang luka berat dirujuk ke RSUD Majalaya.

Secara keseluruhan, IDI melaporkan terdapat 15 korban luka berat, 7 di antaranya membutuhkan perawatan intensif di RSUD, 53 orang luka ringan, serta 1 korban meninggal dunia, seorang anak balita yang mengalami trauma kepala berat.

Sementara itu, jumlah pengungsi saat ini mencapai sekitar 5.400 orang, terdiri dari anak-anak, dewasa, dan lansia.

Baca Juga: Menpora Dito Ariotedjo Beri Nilai 8,5 untuk PON XXI Aceh-Sumut, Ini Pencapaian dan Kendalanya

Para tenaga medis juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak berupa logistik makanan dan obat-obatan, mengingat instalasi farmasi Puskesmas Kertasari tidak dapat diakses karena bangunan yang terancam runtuh.

Jenis obat-obatan yang dibutuhkan meliputi obat batuk-pilek, obat analgesik, anti-alergi, anti-hipertensi, serta vitamin untuk ibu hamil dan anak.

Selain itu, logistik makanan juga dibutuhkan, terutama untuk ibu hamil dan balita, yang tercatat sebanyak 72 ibu hamil dan 84 balita di antara para pengungsi.

Berbagai masalah kesehatan muncul pascagempa, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), alergi, hipertensi, nyeri otot, hingga kecemasan (anxietas).

Tim IDI juga menemukan dua anak di Desa Cihawuk yang mengalami trauma psikologis dan membutuhkan konseling.

Halaman:

Tags

Terkini