inter-nasional

Elizabeth II, Seorang Ratu Hebat Britania Raya yang Tak Memiliki Tiga Gelar Penting, Teryata Hal Ini Penyebabnya

Sabtu, 21 September 2024 | 16:53 WIB
Elizabeth menjadi Duchess of Edinburgh pada hari pernikahannya, tetapi dia tidak pernah menjadi Duchess of Cornwall. (Anefo, CC0, Wiki Commons)

Pada tahun 2012, Undang-Undang Suksesi Mahkota diberlakukan, menghapuskan sistem primogenitur yang memberikan hak lebih kepada pewaris laki-laki.

Baca Juga: Kerajaan dan Kekaisaran di Era Pra Moderen dengan Pasukan-pasukan Terkuat dan Melegenda, Ini Daftrarnya Termasuk Romawi Lho

Meski demikian, masih ada keraguan mengenai apakah pewaris perempuan akan diakui sebagai Putri Wales di monarki modern.

2. Kadipaten Cornwall

Pertanyaan lain muncul seputar Kadipaten Cornwall, yang biasanya diwariskan kepada ahli waris saat seorang raja baru naik takhta.

Kadipaten ini telah ada sejak abad ke-14 dan diberikan kepada putra sulung seorang raja.

Elizabeth II tidak pernah dapat mengklaim gelar ini karena piagam yang ada menyatakan bahwa gelar tersebut hanya untuk putra tertua raja.

Bahkan ketika Ratu Victoria, yang merupakan keponakan raja, menjadi pewaris, ia tidak pernah menerima gelar Duchess of Cornwall.

Jika tidak ada pemegang gelar, Kadipaten tersebut kembali ke Mahkota.

Saat ini, Pangeran George adalah pewaris berikutnya, dan jika ia memiliki anak perempuan, peraturan baru mungkin perlu diterapkan agar gelar ini dapat diwariskan.

Baca Juga: Santo Paulinus dari York Ditugaskan Paus ke Suku Bangsa Anglo Saxon, warga Kerajaan Northumbria, Inggris

3. Gelar Duchess of Rothesay

Gelar ketiga yang tidak disandang oleh Elizabeth II adalah Duchess of Rothesay.

Sejak 1469, pewaris takhta Skotlandia secara otomatis menerima gelar ini.

Ketika Raja James VI menjadi Raja James I di Inggris, putranya, Henry, menjadi Adipati Rothesay.

Halaman:

Tags

Terkini