Pada tahun 2012, Undang-Undang Suksesi Mahkota diberlakukan, menghapuskan sistem primogenitur yang memberikan hak lebih kepada pewaris laki-laki.
Meski demikian, masih ada keraguan mengenai apakah pewaris perempuan akan diakui sebagai Putri Wales di monarki modern.
2. Kadipaten Cornwall
Pertanyaan lain muncul seputar Kadipaten Cornwall, yang biasanya diwariskan kepada ahli waris saat seorang raja baru naik takhta.
Kadipaten ini telah ada sejak abad ke-14 dan diberikan kepada putra sulung seorang raja.
Elizabeth II tidak pernah dapat mengklaim gelar ini karena piagam yang ada menyatakan bahwa gelar tersebut hanya untuk putra tertua raja.
Bahkan ketika Ratu Victoria, yang merupakan keponakan raja, menjadi pewaris, ia tidak pernah menerima gelar Duchess of Cornwall.
Jika tidak ada pemegang gelar, Kadipaten tersebut kembali ke Mahkota.
Saat ini, Pangeran George adalah pewaris berikutnya, dan jika ia memiliki anak perempuan, peraturan baru mungkin perlu diterapkan agar gelar ini dapat diwariskan.
3. Gelar Duchess of Rothesay
Gelar ketiga yang tidak disandang oleh Elizabeth II adalah Duchess of Rothesay.
Sejak 1469, pewaris takhta Skotlandia secara otomatis menerima gelar ini.
Ketika Raja James VI menjadi Raja James I di Inggris, putranya, Henry, menjadi Adipati Rothesay.