inter-nasional

Presiden Jokowi Sikapi Pembebasan Pilot Susi Air Philip Mehrtens, Tegaskan Keselamatan Prioritas, Negosiasi Tak Perlu Dipublikasikan

Sabtu, 21 September 2024 | 13:47 WIB
Mark Mehrtens, Pilot Susi Air, seusai dibebaskan oleh OPM. (Dok. Humas Satgas Damai Cartenz)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pilot Susi Air, Philip Mehrtens, akhirnya berhasil dibebaskan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Saat ini, ia berada dalam pengamanan di Mako Brimob Batalyon B di Timika setelah diterbangkan dari Kampung Yaguru, Distrik Maibarok, Nduga, yang menjadi lokasi pembebasan.

Baca Juga: Sempat Alami Asma, Pilot Susi Air Philip Mehrtens Kini Membaik Usai Bebas dari OPM

Presiden Joko Widodo menyebut bahwa pembebasan pilot maskapai Susi Air ini merupakan hasil dari proses negosiasi yang memakan waktu cukup panjang.

Namun, Presiden Jokowi tidak menjelaskan detail mengenai proses negosiasi tersebut.

"Ya, tidak perlu disampaikan, sudah ada proses negosiasi," ujar Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Sabtu, 21 September 2024.

Baca Juga: 5 Fakta Alexandra Askandar, Dari Dugaan Perselingkuhan hingga Desakan Pencopotan oleh Erick Thohir

Presiden juga memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang telah menangani kasus ini tanpa mengedepankan tindakan represif, dengan fokus utama pada keselamatan Philip.

"Ini proses negosiasi yang sangat panjang, dan kesabaran kita untuk tidak bertindak represif. Prioritas kita adalah keselamatan pilot yang disandera," tambahnya.

Baca Juga: Logika Memilih Calon Tunggal dalam Pilkada, Tantangan Kotak Kosong di Kabupaten Bengkayang, Hal Ini yang Perlu Dilakukan Warga

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menekankan pentingnya pendampingan aparat keamanan dalam setiap kegiatan pembangunan di Papua, guna mencegah terulangnya insiden penyanderaan oleh OPM.

"Untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan pengangkutan logistik hingga ke daerah seperti Nduga dan Wamena, semuanya harus dikawal oleh TNI/Polri demi menjaga keamanan," tegas Jokowi. ***

Tags

Terkini