inter-nasional

Kasus Rudapaksa dan Pembunuhan Siswi SMP di Palembang, Dampak Tontonan Tak Senonoh dan Peran Orang Tua

Jumat, 6 September 2024 | 19:10 WIB
Ilustrasi ayah dan anak. (Unsplash.com @Steven Van Loy)

PONTIANAKGLOBE.COM, PALEMBANG -- Publik tengah menyoroti kasus tragis rudapaksa dan pembunuhan terhadap seorang siswi SMP di Palembang yang terjadi pada Minggu, 1 September 2024.

Kejadian ini berlangsung di TPU Talang Kerikil, Palembang, dengan korban berinisial AA (13) dan pelaku IS (16), yang merupakan pacar korban, bersama tiga teman pelaku.

Baca Juga: Ribuan Warga Jakarta Antusias Menyaksikan Keberangkatan Paus Fransiskus Menuju Papua Nugini

Kronologi Kejadian

Korban AA mengalami kekerasan seksual hingga meninggal dunia setelah pelaku IS membekapnya hingga lemas.

Tersangka dibantu oleh tiga pelaku lainnya yang sudah menunggu di lokasi kejadian.

Hasil investigasi tim Psikolog Biro SDM Polda Sumsel mengungkapkan bahwa motif di balik rudapaksa dan pembunuhan ini adalah keinginan pelaku untuk menyalurkan nafsu yang dipicu oleh tontonan tak senonoh.

Kepolisian juga menyita beberapa video dewasa dari HP pelaku.

Pengaruh tontonan tak senonoh pada pelaku yang masih berusia 16 tahun ini sangat besar, hingga membuatnya mengajak teman-temannya untuk melakukan tindakan asusila tersebut.

Baca Juga: Aksi Gemilang Ragnar Oratmangoen Permalukan Al-Bulayhi di Laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi

Fenomena Buruk di Dunia Anak

Kasus ini menunjukkan fenomena buruk di dunia anak akibat pengaruh tontonan tak senonoh.

Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting untuk melindungi anak dari dampak negatif tak senonoh dan rudapaksa.

Tips Melindungi Anak dari Pengaruh Pornografi

  1. Memberi Contoh yang Baik

Halaman:

Tags

Terkini