Yang pertama adalah PRAYER (Doa adalah bagian penting dari pendidikan di sekolah Katolik Dominikan), STUDY (pencari kebenaran), COMMUNITY (kolaborasi dengan orang lain memperkaya visi, memberi energi pada misi, dan memperkuat setiap siswa), PREACHING (khotbah adalah inti kehidupan Dominikan).
Pada kesempatan ini beberapa guru mengajukan beberapa pertanyaan seputar kehidupan peserta didik di zaman sekarang ini.
“Bagaimana cara untuk mengatasi penggunaan HP yang berlebihan pada anak-anak dan penggunaan internet yang sudah sangat bebas mengakses situs apapun?” tanya Pak Jefri pada Suster Rhea.
Suster mengatakan bahwa penggunaan HP pada anak-anak tetap harus diawasi oleh orangtua dan memberikan kepercayaan pada anak bahwa mereka dapat membadingkan hal baik dan hal buruk serta dampak yang diterima jika melakukan suatu kesalahan.
Selain itu, Suster Daisy, OP. memberikan masukan jika sekolah ingin membuat peraturan, ada baiknya dikomunikasikan terlebih dahulu dengan orangtua dan peserta didik untuk membuat kesepakatan bersama.
Kami mengikuti kegiatan study dengan sukacita dan gembira. Kami menyerap ilmu yang disampaikan oleh para Suster untuk bisa kami terapkan di unit kami masing – masing.
Suasana persaudaraan selama kegiatan belajar bersama membuat kami tidak sadar bahwa waktu juga lah yang membatasi pertemuan kami.
Berbagi pengalaman tentang nilai – nilai keteladanan Santo Dominikus yang berbeda dalam implementasinya semakin memperkaya kami untuk terus menghidupinya dalam tugas karya pelayanan di bidang pendidikan khususnya untuk peserta didik.
Pertemuan ini memberikan kami pengalaman yang bermakna.
Dengan adanya kunjungan suster dari Filipina, diharapkan dapat menambah semangat guru-guru di Yayasan Santo Dominikus Cabang Cimahi dalam pelayanannya di setiap unit untuk memberikan yang terbaik kepada para peserta didik.
Para guru merasakan sukacita dan kagum atas kehadiran dan ilmu-ilmu yang dibagikan selama kegiatan berlangsung. (Hanna Yuniar Megawati- Guru Bahasa Indonesia)