inter-nasional

Prabowo Tegas: Demokrasi Lebih Kuat dengan Sosial Media, Begini Pendapatnya tentang Kritik

Kamis, 23 Mei 2024 | 21:16 WIB
Prabowo dalam wawancara eksklusif bersama tvOne bertajuk “Prabowo Subianto Bicara Untuk Indonesia,” Rabu, 22 Mei 2024 malam. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia akan lebih kuat sekarang karena perkembangan internet dan media sosial.

Ia mengatakan demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang intinya adalah kedaulatan rakyat, di mana yang berkuasa adalah rakyat dan mereka berhak memilih para pemimpin mereka.

“Karena rakyat Indonesia banyak, maka dilakukan sistem perwakilan. Jadi, rakyat punya kedaulatan memilih wakil-wakilnya masuk parlemen, rakyat pun dalam sistem presidensial punya hak memilih presidennya, bupatinya, dan gubernurnya. Itu adalah kehendak rakyat kita,” jelas Prabowo dalam wawancara eksklusif bersama tvOne bertajuk “Prabowo Subianto Bicara Untuk Indonesia,” Rabu, 22 Mei 2024 malam.

Baca Juga: ICEF 2024: Peluang Besar Belanja Produk Pemerintah dan Promosi Industri Dalam Negeri

Lebih lanjut, ketika ditanyakan perihal apakah pemerintahannya nanti akan anti kritik atau tidak, Prabowo menegaskan bahwa kritik sangat diperlukan namun harus tetap bersifat objektif.

“Harus dan boleh, itu namanya kritik, untuk check and balances. Dikritisi justru mengamankan, tapi niat kritik itu harus membangun, bukan untuk destruktif. Kritik itu harus, namun yang objektif,” jawab Prabowo.

Berkenaan dengan kebebasan pers, Prabowo menyatakan bahwa hal itu sangat penting meskipun beberapa kantor media di Indonesia telah menjadi konglomerasi bisnis yang dimiliki segelintir orang.

“Pers mainstream itu bisnis dan bisnis itu ada pemiliknya, jadi, apakah media mainstream yang dimiliki oleh beberapa orang itu sungguh-sungguh mencerminkan kepentingan rakyat atau kepentingan mereka?” kata Prabowo.

Baca Juga: Selebgram Zoe Levana Terperangkap di Jalur Busway: Viral di Media Sosial

Namun, Prabowo berharap di tengah perkembangan media sosial, publik dapat mendapatkan informasi dari sumber yang lebih luas dan tidak dikuasai segelintir pemilik media saja.

“Sekarang ada fenomena baru yaitu yang disebut revolusi informasi, dengan media-media baru seperti internet dan media sosial. Informasi bisa sampai ke rakyat dengan cepat,” tutur Prabowo.

“Jadi, menurut saya, demokrasi akan lebih kuat sekarang. Demokrasi akan lebih kuat, dan tidak bisa 5-6 orang menguasai opini suatu bangsa,” tutupnya. ***

Tags

Terkini