Menurut dia, pembenahan infrastruktur kawasan Pecinan akan menjadi kewenangan dua dinas, yakni Disperkim dan DPU.
"Ibu Wali ingin revitalisasi kawasan Pecinan difokuskan di ikonnya kawasan Pecinan terlebih dahulu agar terlihat. Akhirnya dipilihlah Kelenteng Tay Kak Sie dan gapura masuk," kata dia.
Baca Juga: Tak Perlu Antre, Ini 10 Cara Praktis Bayar Iuran BPJS Kesehatan Lewat HP
Untuk tahap pertama, lanjut Yudi, akan dialokasikan Rp 10 miliar untuk revitalisasi pembangunan infrastruktur, akses masuk, hingga penambahan ornamen.
"Termasuk Gowes Bu Wali bersama OPD kali ini juga untuk melihat langsung dan mengintervensi persoalan satu per satu," paparnya.
Yudi menyebut pembangunan akan dimulai dari pintu masuk di Jalan Pekojan.
Akan dibuat tetenger atau gapura, termasuk penambahan patung Tay Kak Sie dengan menggandeng tokoh-tokoh yang ada di Pecinan.
Melibatkan tokoh-tokoh tersebut, lanjut Yudi, karena mereka lebih tahu ruh dari Pecinan, terutama Tay Kak Sie.
"Kami ingin keterlibatan itu nyata, sehingga bangunan dan inovasi tidak hanya sekadar fisik tetapi semangatnya juga ada," imbuhnya.
Ia menargetkan revitalisasi kawasan Pecinan tersebut akan selesai pada awal Desember 2024.
"Realisasi nantinya setelah ada diskusi dengan tokoh-tokoh. Lalu kami naikkan ke lelang, baru satu setengah bulan kemudian bisa eksekusi. Perkiraan, akhir bulan Juli mulai pembangunan hingga awal Desember 2024," paparnya. ***