PONTIANAKGLOBE.COM, KINABALU -- Wakil Ketua Menteri Datuk Seri Dr Jeffrey Kitingan mengatakan istilah ‘Dayak’ lebih cocok untuk mengidentifikasi penduduk asli di Borneo.
Dia mengatakan istilah ini lebih inklusif dan mewakili semua kelompok etnis di wilayah tersebut, daripada istilah lain seperti ‘Orang Asli’ atau ‘Bumiputra’.
"Istilah 'Dayak' lebih diterima secara luas oleh masyarakat adat di Borneo," kata Kitingan, yang juga merupakan Menteri Pertanian dan Industri Makanan Sabah.
"Ini adalah istilah yang telah digunakan selama berabad-abad dan memiliki makna sejarah dan budaya yang mendalam bagi rakyat kita."
Kitingan mengatakan dia akan mengangkat masalah ini dengan pemerintah federal untuk mendapatkan persetujuan atas penggunaan istilah "Dayak" secara resmi.
"Saya akan berdiskusi dengan Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob dan menteri terkait lainnya tentang masalah ini," katanya.
"Saya yakin mereka akan melihat manfaat menggunakan istilah yang lebih inklusif dan mewakili rakyat kita."
Baca Juga: Realme C65: Performa Tanpa Lag 4 Tahun dan Pengisian Daya Super Cepat, Siap Meluncur di Indonesia!
Pernyataan Kitingan mendapat dukungan dari para pemimpin adat di Borneo.
"Kami menyambut baik proposal Datuk Seri Kitingan untuk menggunakan istilah 'Dayak' secara resmi," kata Datuk Seri Justin Jinggo, presiden Persatuan Dayak Sabah (PBS).
"Ini adalah langkah ke arah yang benar dalam mengakui identitas dan budaya unik rakyat kita."
Jinggo mengatakan istilah ‘Orang Asli’ dan ‘Bumiputra’ sering digunakan secara bergantian dan tidak selalu mencerminkan keragaman kelompok etnis di Borneo.
"Istilah 'Dayak' lebih spesifik dan akurat dalam menggambarkan rakyat kita," katanya.