inter-nasional

Budiman Sudjatmiko Menyoroti Pentingnya Faktor Geopolitik dalam Pilpres 2024

Selasa, 13 Februari 2024 | 18:09 WIB
Budiman Sudjatmiko Beberkan Solusi SDM Prabowo Gibran untuk Mencapai Indonesia Emas.

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Budiman Sudjatmiko, Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, menekankan bahwa faktor geopolitik dan dinamika global memainkan peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia.

Menurutnya, kegagalan dalam mengelola transisi kekuasaan dapat mengakibatkan ketidakstabilan sosial yang berpotensi merugikan bangsa.

Baca Juga: Unhan Cetak Sejarah Luluskan 75 Sarjana Kedokteran Militer Pertama, Prabowo Bangga!

"Konteks global, geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi sangatlah vital dalam Pilpres kali ini. Indonesia berada pada posisi strategis dalam menghadapi risiko-risiko global. Oleh karena itu, kita membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memiliki visi strategis untuk mengelola tantangan tersebut," ungkap Budiman Sudjatmiko dalam konferensi pers di Jakarta, pada Senin, 12 Februari 2024.

Budiman menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor geopolitik yang menjadi risiko global saat ini. "Pertama, kondisi pasca-pandemi; kedua, konflik antar negara-negara besar; dan ketiga, revolusi industri keempat," terangnya.

Baca Juga: Wisuda 573 Mahasiswa Unhan: Prabowo Tekankan Pentingnya Penguasaan STEM untuk Masa Depan Indonesia

Dalam konteks pandemi, Budiman menyoroti upaya dunia dalam memulihkan diri dari dampak Covid-19, yang menyerupai upaya pulih dari Pandemi Flu Spanyol pada abad sebelumnya.

Terkait konflik antarnegara, Budiman menyebut adanya konflik yang berkepanjangan di berbagai wilayah, seperti perang antara Barat melalui Ukraina dengan Rusia.

"Revolusi industri terakhir, yakni revolusi industri keempat melalui penggunaan teknologi digital dan biologis, juga merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan," tambahnya.

Dampak dari ketiga faktor tersebut pada awal abad ini telah menyebabkan transformasi besar-besaran dalam dunia, yang pada akhirnya memunculkan konflik-konflik global.

"Munculnya kesadaran nasionalisme di negara-negara jajahan dan gerakan sosialisme di negara-negara penjajah telah menimbulkan konflik besar yang pada akhirnya berujung pada Perang Dunia II. Semua ini dipicu oleh munculnya faktor-faktor tersebut," jelas Budiman.

Baca Juga: Terima Dukungan Masyarakat Batak, TKN: Prabowo-Gibran Lakukan Lompatan Besar Menuju Indonesia Maju

Menyikapi posisi Indonesia dalam dinamika global, Budiman mewanti-wanti agar Indonesia siap menghadapi tantangan geopolitik tersebut.

"Jika terjadi eskalasi global, Indonesia memiliki risiko yang cukup tinggi. Meskipun kaya akan sumber daya alam, namun ketiadaan senjata nuklir dan kondisi sumber daya manusia yang masih terbatas menjadikan Indonesia rentan terhadap dominasi dan kepentingan asing, terutama dalam situasi konflik sosial yang bisa berujung pada konflik antarkelas dan antarsuku atau agama," tegasnya.

Budiman menekankan bahwa Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang strategis dan visioner dalam menghadapi tantangan ini.

Halaman:

Tags

Terkini