PONTIANAKGLOBE.COM, BANGKALAN -- Kejadian carok maut yang mengguncang Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura pada Jumat, 12 Januari 2024 lalu, menyisakan duka mendalam dengan menelan korban jiwa sebanyak empat orang.
Keempat korban tersebut, Matterdam, Mattanjar, dan Najehri Hafid, adalah warga Desa Larangan Timur, sementara dua pelaku diketahui berasal dari Desa Banyu Anyar.
Baca Juga: Daftar HP eSIM Terbaru 2024, Bisa Pakai Dua Nomor Sekaligus!
Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya, menjelaskan bahwa insiden carok bermula ketika salah satu pelaku berada di tepi jalan Desa Bumi Anyar, sedang bersiap-siap untuk berangkat tahlilan.
Dikatakan, saat pelaku hendak melaksanakan tahlilan, di tengah jalan, korban berinisial MA bersama seorang temannya melintas dengan kecepatan tinggi.
Laju motor korban yang melintas dengan kecepatan tinggi dan memblayer membuat pelaku kaget dan tersinggung, terlebih lagi suara mesin motor yang begitu keras.
Pelaku kemudian menegur korban.
Namun korban tidak menerima teguran tersebut, sehingga terjadi cekcok antara korban dan pelaku. Bahkan, korban sempat memukul pelaku dan menantang pelaku untuk duel.
Pelaku yang merasa geram dengan sikap korban kemudian pulang ke rumahnya untuk mengambil sebilah celurit.
Baca Juga: Antonio Ruediger, Pemain Senior Mentor Terpercaya di Real Madrid
Saat tiba di rumah, pelaku bertemu dengan saudaranya.
Lalu, saudaranya juga diajak pelaku untuk menemui korban di tempat kejadian perkara (TKP).
Korban juga pulang untuk mengambil senjata tajam.
Di tengah jalan, korban bertemu dengan tiga orang lainnya yang ternyata saudara korban.
Setelah menceritakan apa yang terjadi, ketiga orang tersebut bersedia ikut serta dan berniat membantu korban.