PONTIANAKGLOBE.COM, KALTIM -- Presiden Joko Widodo dengan tegas menyatakan komitmen pemerintah untuk memperkuat infrastruktur pendidikan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Langkah konkret dalam mendukung komitmen ini adalah dengan meresmikan groundbreaking sekolah internasional pertama di IKN.
Baca Juga: Life Skill yang Wajib Diajarkan kepada Anak Usia Kelas 2 SD Oleh Orang Tua di Rumah
Presiden mengungkapkan, "Kehadiran Jakarta Intercultural School (JIS) di IKN merupakan bukti nyata komitmen kita untuk mengembangkan fasilitas pendukung di ibu kota, termasuk menghadirkan lembaga pendidikan berstandar internasional yang berkualitas."
Harapannya adalah bahwa Nusantara Intercultural School (NIS) akan menjadi penyelenggara pendidikan tingkat dunia bagi anak-anak di IKN.
Selain itu, NIS diharapkan akan menjadi salah satu pilihan terdepan dalam pendidikan bermutu di kawasan tersebut.
"Kami bertujuan untuk mempromosikan pendidikan global berkelas tinggi di Nusantara dan menyediakan pilihan pendidikan bermutu bagi penduduk IKN yang berasal dari berbagai latar belakang dan negara," tambah Presiden.
Baca Juga: Sobat Ini Dia Pengumuman Terbaru Tentang Tarik Tunai Tanpa Kartu BCA, Simak!
Selama acara tersebut, Presiden juga menyampaikan keprihatinan beberapa orang tua terkait pendidikan anak-anak di Kota Nusantara.
Oleh karena itu, Presiden sangat mengapresiasi inisiatif Jakarta Intercultural School (JIS) dalam merespons kekhawatiran tersebut dengan mendirikan NIS.
Baca Juga: Drama Sweet Home Akan Kembali dengan Season 2 di Netflix Pada Desember Ini, Begini Ulasannya
"Ketika kita merayakan pendirian Nusantara Intercultural School di hari yang bersejarah ini, saya ingin mengucapkan terima kasih khusus kepada JIS. NIS merupakan sekolah internasional pertama yang akan didirikan di Kota Nusantara," ujar Presiden.
Baca Juga: Hendropriyono Mengubah Dukungannya Menjadi ke Ganjar-Mahfud
Presiden dalam acara tersebut ditemani oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, Pj. Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik, dan Pj. Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun. ***