inter-nasional

Bank Dunia dan IMF Apresiasi Ketahanan Ekonomi ASEAN di Tengah Lambatnya Ekonomi Dunia, Ternyata Ini Pemicunya

Rabu, 6 September 2023 | 16:49 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan pers, Rabu, 6 September 2023. (Pontianak Globe/BPMI Setpres)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Bank Dunia Ajay Banga dan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva memuji ketahanan ekonomi ASEAN di tengah melambatnya ekonomi global akibat pandemi dan perang.

BACA JUGA: Louis Van Gaal Ungkapkan Trofi Piala Dunia 2022 Sudah Diatur Untuk Lionel Messi dan Timnas Argentina

BACA JUGA: Memilih Sabun Mandi yang Cocok untuk Anjing Kesayangan Kamu, Begini Caranya Dog Lovers

Pandangan tersebut mereka sampaikan saat mengikuti Sesi Pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN yang digelar di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Selasa, 5 September 2023.

“Di dalam pertemuan plenary, pertemuan diawali dengan briefing oleh Presiden Bank Dunia dan juga oleh Managing Director IMF. IMF antara lain menyampaikan bahwa ekonomi global melambat karena pandemi dan juga karena perang, tumbuh hanya 3 persen–terendah dalam satu dekade dibanding sebelum pandemi–namun dilihat ASEAN pertumbuhannya tetap tinggi, proyeksinya 4,9 persen,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan persnya.

BACA JUGA: Apa Itu Terra Infinita Map yang Lagi Viral Tiktok, Twitter, Instagram dan Facebook serta Media Sosial Lainnya

BACA JUGA: Ajak Pemuda Kalbar Peduli Tangani Karhutla, Pandawa Ganjar Undang BPBD Kalbar Berikan Penyuluhan

Sebelumnya, saat bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka pada Senin 04 September 2023, Direktur Pelaksana IMF juga menyampaikan bahwa ASEAN merupakan titik terang di tengah situasi dunia yang tidak menentu.

Menurut IMF, ASEAN juga berkontribusi 10 persen dari pertumbuhan ekonomi global.

“ASEAN dapat menjadi contoh dari kerja sama global. Beberapa saran yang disampaikan antara lain adalah investasi di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur digital,” imbuh Menlu Retno.

Sementara itu, Bank Dunia menyampaikan prediksi ekonomi global dan menyebutkan mengenai tantangan perubahan iklim.

Sebagaimana IMF, Bank Dunia juga memberikan saran yang hampir serupa yakni agar ASEAN investasi di reformasi struktural, sumber daya manusia, ekonomi berkelanjutan, dan juga digitalisasi.

Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, juga menyampaikan laporan dalam sesi pleno tersebut dan mengatakan bahwa Satgas Tingkat Tinggi atau High Level Task Force telah menyusun Visi Masyarakat ASEAN 2045.

Di samping itu, Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara atau Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) juga makin luas diaksesi dalam setahun terakhir.

“Kemudian TAC makin luas diaksesi dalam satu tahun ini ada empat negara tambahan yang mengaksesi TAC sehingga total per hari ini adalah 54 negara,” ungkap Retno.

Halaman:

Tags

Terkini