PONTIANAKGLOBE.COM, LAHAINA, HAWAII -- Kebakaran hutan di Maui, Hawaii, Amerika Serikat, setidaknya telah menewaskan sedikitnya 99 orang hingga, Senin 22 Agustus 2023 WIB
Namun di tengah bencana tersebut terjadi keajaiban luar biasa. Satu buah gereja Katolik Maria Lanakila di Lahaina, Hawaii tak ikut terbakar padahal kebakaran parah di Hawaii tersebut telah menghancurkan ribuan bangunan di sekitarnya.
Gereja Katolik yang dibangun pada tahun 1846 ini tetap berdiri tegak, tidak tersentuh api sebagai tanda harapan bagi masyarakat Maui, Lahaina, Hawaii.
Msgr Terrence Watanabe, vikaris Maui dan Lanai, Keuskupan Honolulu mengatakan bahwa ini adalah “keajaiban luar biasa” bahwa gereja tersebut dapat bertahan bahkan ketika bangunan-bangunan di dekatnya dihancurkan.
Msgr Terrence Watanabe mengatakan dia yakin semua orang terkejut melihat gereja tersebut masih berdiri.
Dijelaskan Msgr Terrence Watanabe, secara spiritual, manusia selalu berusaha mencari kehadiran Tuhan di dunia, entah itu pelangi atau cinta manusia satu sama lain; tapi ini adalah tingkat kehadiran Tuhan yang lain.
Tepat di belakang gereja pernah berdiri sebuah biara, taman kanak-kanak, dan dua ruang kelas yang semuanya terbakar habis. Tetapi gereja itu sendiri dan pastoran di sebelahnya selamat.
Msgr Terrence Watanabe mengatakana sada seorang pastor Kembali ke gereja tersebut dua hari setelah kebakaran, dan tidak menemukan apa pun yang tersentuh atau rusak akibat kebakaran.
Terakhir kali kejadian serupa terjadi tepat setelah serangan 9/11 ketika dua menara World Trade Center runtuh, menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya kecuali Kapel St Paul abad ke-17 di New York City.
Kapel St Paul menjadi tempat penghiburan bagi petugas tanggap darurat dan tempat mengenang semua nyawa yang hilang dalam serangan tersebut.
Saat ini sebagian besar kota Lahaina yang hancur tetap tidak dapat diakses.
Namun, Msgr Terrence Watanabe, mengatakan beberapa pastor dan Uskup bisa mendapatkan izin dari Departemen Kepolisian Maui untuk merayakan misa bersama umat paroki yang selamat pada Minggu pagi.
Di sana, Msgr Terrence Watanabe mengatakan dia mendengar cerita “tragis dan menyayat hati” tentang kebakaran yang dialami masyarakat. Beberapa dari orang-orang itu bahkan terjebak di dalam mobil mereka karena lalu lintas macet, sehingga mereka harus keluar dari mobil mereka dan berlari melewati api untuk bertahan hidup.
Tapi Msgr Terrence Watanabe mengatakan penting bagi orang-orang untuk memahami bahwa tidak apa-apa untuk marah pada Tuhan, tetapi hal terburuk yang harus dilakukan adalah membiarkan Tuhan diam dan tidak berbicara dengan-Nya.
“Tuhan memanggil kita untuk berjalan di atas air dan melakukan hal yang mustahil,” kata Watanabe. “Tetapi pada saat yang sama, percaya kepada-Nya. Dan ya, memang ada saat-saat keraguan dan ketakutan karena masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan.”
Artikel Terkait
Kardinal Suharyo Ingatkan Pelayanan Kasih dan Semangat Cinta Tanah Air bagi Anggota TNI/Polri Beragama Katolik
Pater Noster, Doa Bapa Kami Bahasa Latin dan Bahasa Indonesia: Doa Katolik
Mengenal Ensiklik Seorang Paus Gereja Katolik Roma. 4 Ensiklik Paling Berdampak bagi Dunia Termasuk Laudato Si
100 Imam Katolik di Keuskupan Agung Pontianak Pembaruan Janji Imamat dan Misa Krisma Bersama Mgr Agustinus
Run4U 2023: Charity Run Usahawan dan Profesional Katolik untuk Membantu Pengungsi di Jakarta
Dialog Kebangsaan Menuju Indonesia Emas, Uskup Agustinus Ceritakan Peran Gereja Katolik di Kalimantan Barat